Ijeck Harapkan Pekan Budaya Nusantara Jadi Magnet Wisatawan

Herman - Jumat, 03 Februari 2023 14:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022023/_542_-Ijeck-Harapkan-Pekan-Budaya-Nusantara-Jadi-Magnet-Wisatawan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS03

beritasumut.com - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah berharap Pekan Budaya Nusantara yang digelar Yayasan Istana Harta Lima Penjuru (YIHLP) di Maha Vihara Maitreya, Kompleks Cemara Asri, bisa menjadi magnet wisatawan.Demikian dikatakannya saat menghadiri acara tersebut, Rabu (01/02/2023). Acara ini sendiri akan digelar selama empat hari yakni dari tanggal 1 sampai 4 Februari 2023.Sebelum acara dimulai, Wagub Sumut bersama Sekretaris Jendral Wantanas RI Laksamana Madya TNI Harjo Susmoro, Dirjen Kebudayaan Kemdikbud Ristek RI yang diwakili Direktur KMA Samsul Hadi, Bupati Sergai Darwa Wijaya, Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar, Perwakilan YIHLP Ade Chandra dan lainnya, juga melepas parade multi etnis yang diikuti beragam etnis yang ada di Sumut.Bukan hanya itu, Wagub Sumut bersama jajaran lainnya juga menerima penghargaan tokoh kehormatan Tionghoa Sumut. Penghargaan ini diterima Wagub Sumut dengan menerima kaligrafi bertuliskan Mandarin dan dipakaikan baju Cheongsam."Saya apresiasi kegiatan ini. Tadi di awal kita sudah sama-sama melepas pawai budaya dari etnis Tionghoa dan suku yang ada di Sumut. Ini menandakan bahwa Sumut sangat kaya budaya dan etnik," ujar pria yang akrab disapa Ijeck tersebut.Pihaknya berharap ke depan banyak yang membuat kegiatan pekan budaya ini, agar mendapatkan keuntungan ekonomi. Karena ini bisa menjadi potensi wisata dan menjadi magnet bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara untuk datang ke Sumut. Jika bisa, pekan budaya ini bisa menjadi agenda tahunan."Apalagi ada bazar UMKM nya. Karena seperti yang kita ketahui bahwa UMKM ini penopang ekonomi kita," ujar Ijeck.[br] Sementara itu, Sekretaris Jendral Wantanas RI Laksamana Madya TNI Harjo Susmoro dalam kesempatan itu mengatakan, bahwa saat ini di Sumut ada sekitar 11 etnik hidup berdampingan. Sementara di Indonesia ada sekitar 1.340 etnik."Bisa dibayangkan perbedaan itu. Perbedaan itu yang menjadikan keindahan kita untuk hidup berdampingan. Haruskah perbedaan itu membuat kita bertengkar? Haruskah perbedaan itu membuat kita berselisih dalam berbangsa?" ujarnya.Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa bukan suatu kebetulan Indonesia memiliki keberagaman. Keberagaman inilah yang menjadi kekayaan dan membuat bangsa ini maju. "Bunga itu indah karena ada yang putih unggu dan warna lainnya. Begitu juga Indonesia. Kalau hanya satu suku saja, maka tidak seru. Kita berbhineka," sebutnya.Perwakilan YIHLP Ade Chandra berharap ke depan pemangku kepentingan bisa segera mendata cagar-cagar budaya yang menjadi aset. "Begitu juga dengan perayaan Cheng Beng kami berharap bisa menjadi perayaannya warga Sumut," ucapnya.Dalam Pekan Budaya Nusantara ini juga akan ada Rekor Muri Tarian Liong Terpanjang se Indonesia. Rekor MURI ini nanti akan diserahkan ke Wagub Sumut agar selanjutnya Wagub Sumut menyerahkan ke Lembaga Perlindungan Budaya Tionghoa.Dirjen Kebudayaan Kemdikbud Ristek RI yang diwakili Direktur KMA, Samsul Hadi mengatakan bahwa pemerintah menyiapkan dana abadi untuk pelestarian budaya Indonesia. "Masyarakat sudah bisa menggunakan ini agar budaya kita terus bisa dilestarikan," ujarnya.(BS03)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Wisata

Ketua KADIN Medan: Peningkatan TPK Hotel Didorong Meningkatnya Wisatawan

Wisata

Pascapandemi Covid-19, Kunjungan Wisman ke Sumut Capai 94.815 Orang

Wisata

Wakil Gubernur Sumut Harapkan Museum Jadi Magnet Wisatawan Mancangera

Wisata

Didatangi Wisatawan dari Luar Indonesia, Pohon Kurma di Karo Berikan Dampak Ekonomi untuk Sumut

Wisata

Tertinggi Sejak Pandemi, Kunjungan Turis Asing Juli 2022 Capai 477 Ribu

Wisata

Jambore Nasional FEVCI di Danau Toba, Musa Rajekshah: Bangkitkan Sport Tourism di Sumut