Dibangun dari Daur Ulang Sampah, Musa Rajekshah Sebut Recycling Village Jadi Magnet Wisatawan

Herman - Selasa, 13 Desember 2022 12:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122022/_4299_-Dibangun-dari-Daur-Ulang-Sampah--Musa-Rajekshah-Sebut-Recycling-Village-Jadi-Magnet-Wisatawan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS12

beritasumut.com - Saat melakukan kunjungan ke Bukit Lawang, Wakil Gubernur (Wagub)Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mendatangi “Recycling Village”di Desa Timbang Jaya, Bukit Lawang, Langkat,yang merupakan kampung yang dibangun dari daur ulang sampah.Menurut Musa Rajekshah, Recycling Village ini bisa menjadi magnet bagi wisatawan,terutama turis untuk datang ke destinasi unggulan Sumut tersebut. “Pertama, dengan adanya tempat ini bisa menjadi salah satu magnet wisatawan untuk datang. Kedua, ini juga menjadi pusat edukasi,” ujar Musa Rajekshah, Senin (12/12/2022).Ketika tempat ini nantinya menjadi pusat edukasi, maka masyarakat terutama generasi-generasi muda juga memahami bahwa sampah ini ke depannya menjadi hal yang berbahaya. Generasi ke depan harus lebih peduli dengan lingkungan. Apalagi dari adanya pembangunan ini, paling tidak ada 25 ton sampah yang sudah terselamatkan.“Untuk masyarakat lokal ketika tempat ini ada, maka memberikan efek ekonomis. Karena Recycling Village ini dibangun dengan membeli sampah masyarakat sekitar. Kemudian dikelola menjadi ecobrick yang menjadi pondasi dari bangunan ini,” sebutnya.Paling penting,kata Wagub, ketika orang datang ke tempat ini, maka ekonomi Bukit Lawang juga tumbuh. “Ini yang perlu kita sadari. Satu sisi sampah ini membahayakan. Memberikan penyakit dan lainnya dan jika dikelola memberikan keuntungan ekonomi bagi kita,” sebut Wagub.[br] Untuk itu, ia mengapresiasi Project Wings Indonesia di bawah naungan Bastian selaku Manager Program dari Jerman, Sabarata Bangun, Recycling Village Manager serta Iwan Purba yang telah menghadirkan tempat tersebut.“Saya takjub dengan tempat ini. Sewaktu jalan pagi bertemu dengan Bastian dan melihat langsung bangunan ini sungguh luar biasa. Sekali lagi terima kasih,” ujarnya.Menambahkannya, Sabarata Bangun mengatakan bahwa kampung ini hadir agar masyarakat memahami pentingnya menjaga lingkungan. “Bangunan ini kami buat dari sampah plastik, kemudian dipadu dengan tanah serta bambu yang semuanya kami beli dari masyarakat di Bukit Lawang,” sebutnya.Tempat ini sudah dibangun daritahun2020 lalu. Hanya saja sempat terkendala saat pandemi. Ditargetkan akhir 2023 pembangunannya sudah selesai,sehingga nantinya di tempat itu akan ada ruang edukasi, kemudian tempat anyaman dengan memberdayakan masyarakat lokal dan lain sebagainya. “Dan yang pasti harapan kami ini mengundang wisatawan untuk datang ke Bukit Lawang,” sebutnya.(BS03)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Wisata

Astindo Travel Fair 2025 Digelar di Medan, Wadah Strategis Bagi Pelaku Usaha Pariwisata

Wisata

Lima Titik Jalur Wisata Alami Peningkatan Volume Kendaraan

Wisata

Polda Sumut Optimalkan Pengamanan Jalur Wisata Libur Lebaran 2025

Wisata

Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas, Pemerintah Siapkan Strategi Komprehensif

Wisata

Bupati Langkat Syah Afandin Dukung Putra Putri Langkat Promosikan Budaya dan Wisata

Wisata

Rico Waas-Zakiyuddin Ingin Sampah Ke Depan Didaur Ulang Jadi Sesuatu yang Berguna