Beritasumut.com-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memberikan bantuan untuk Lima Destinasi Wisata di Kabupaten Labuhanbatu berupa wastafel lengkap, tong masak air Aluminium 1,65 cm, sapu lidi gagang atau sapu taman, tong sampah, handsanitizer dan masker.Kelima destinasi wisata dimaksud adalah wisata air terjun Si Onggal Onggal du Desa Tanjung Medan, Talsim Indah di Kelurahan Sirandorung, Pemandian Sungai Aek Pala di Desa Janji, Water Boom Aek di Desa Janji, dan pemandian Markusarsak di Desa Bandar Tinggi.
Baca Juga : Susul Kabupaten Nias Barat, Sumut Tambah Empat Daerah Zona Hijau
Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Bina Objek dan Usaha Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provsu Maike Moganai Ritonga diketahui Plt Kadispora Labuhanbatu Panusunan Dalimunthe dan disaksikan oleh Wakil Bupati Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar di lokasi Wisata Waterboom Aek Janji, Desa Janji, Kecamatan Bilahbarat, Kabupaten Labuhanbatu.Ellya mengucapkan terima kasih kepada Disporabudpar Provsu yang telah menjadikan Labuhanbatu sebagai tuan rumah pelaksanaan Cleanlinness Health Safety Environmen (CHSE), untuk menunjang perekonomian dan pembinaan industri pariwisata dari Kementerian Pariwisata guna menjaga kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan yang menjadi aspek penting pariwisata di masa pandemi.[br] "Pelaksanaan pembinaan CHSE ini menjadi motivasi pengusaha dan masyarakat untuk menjalankan program CHSE karena ini sebuah proses pemberian sertifikat pengusaha pariwisata destinasi pariwisata dan produk pariwisata untuk memberikan jaminan kepada wisatawan berupa kebersihan, keselamatan, kesehatan dan kelestarian lingkungan" ujar Ellya dilansir dari laman labuhanbatu, Minggu (21/11/2021).Kabid Bina Objek dan Usaha Pariwisata Dinas Kebudayaan dab Pariwisata Provsu Maike Moganai Ritonga mewakili Kadisporbudpar Provinsi sumut Zumri Sulthoni mengungkapkan pandemi Covid-19 sangat berdampak pada ekonomi, terutama pada dunia pariwisata mengalami dampak yang memprihatinkan, pembatasan mobilitas termasuk pergerakan antar wilayah dan luar wilayah menjadikan dunia pariwisata menjadi terbengkalai.Menurutnya, berbagai upaya dilakukan untuk membenahi objek wisata dan destinasi wisata menjelang pasca pandemi, diminta untuk mempersiapkan diri menerapkan kebiasaan baru supaya wisatawan yang siap berkunjung siap menerima dengan protokol kesehatan sesuai CHSE. "Saya berharap dunia pariwisata Sumatera Utara bisa bangkit kembali menerima wisatawan daerah dan luar daerah dengan kebiasaan baru, agar roda perekonomian dunia pariwisata bisa pulih kembali," terangnya.(BS09)