Beritasumut.com-Bupati Nias Barat Faduhusi Daely SPd MA MM meresmikan Desa Wisata 'Air Terjun Lawu-Lawu', yang merupakan wisata berupa aliran air yang jatuh dari atas bukit setinggi ±30 meter dengan dikelilingi hutan yang sejuk.Hadir dalam kesempatan ini, Direktur Bidang Destinasi Pariwisata Regional I Kemenkraf RI Andi Marpaung, Sekretaris Daerah Prof Dr Fakhili Gulo, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat Mandrehe Barat, Kepada Desa Sisobaoho, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat beserta Warga Desa Sisobaoho."Desa Wisata adalah komunitas atau masyarakat yang terdiri dari penduduk suatu wilayah terbatas yang bisa saling berinteraksi secara langsung dibawah sebuah pengelolaan dan memiliki kepedulian serta kesadaran untuk berperan bersama sesuai keterampilan dan kemampuan masingâ€"masing demi memberdayakan potensi secara kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di wilayahnya".
Baca Juga : Kalahkan 76 Destinasi Dunia, Wonderful Indonesia Raih "Best Creative Destination" di Ajang Creative Tourism Awards
"Dengan adanya komunitas Desa Wisata ini, masyarakat diharapkan dapat menyiapkan diri sebagai tuan rumah yang baik bagi para wisatawan ketika berkunjung. Adapun konsep pengembangan Desa Wisata mengacu pada unsur 3A dalam pariwisata yang mampu menjawab kebutuhan wisatawan selama berada di lokasi wisata antara lain bagaimana potensi atraksi, kesiapan akses dan kekuatan amenitas," papar Bupati dilansir dari laman niasbaratkab.go.id, Minggu (11/04/2021).Program Desa Wisata dicetuskan oleh Presiden Indonesia Bapak Jokowidodo sendiri pada Tahun 2016 di kegiatan Sail Selat Karimata. Program Desa Wisata menjadi program prioritas ataupun unggulan di 4 Kementrian, yaitu Kementerian Koordinator Maritim dan Infestasi, Kementerian Pariwisata dan Ekraf, Kementerian Desa PDTT dan didukung program-program dari kementerian lain seperti Kementerian PUPR, Kemenko PMK dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.[br] "Dengan peluang-peluang tersebut saya berharap dalam pegembangannya Desa harus mampu berkolaborasi dengan Dinas terkait dan seleruh stakeholder dengan tetap menjunjung tinggi tujuan dari adanya Desa Wisata, mampu memberdayakan segala potensi yang ada baik dari potensi alam, sumber daya manusia dan pengelolaannya," jelas Bupati."Dengan ditetapkannya Desa Wisata di Nias Barat ini masih masuk dalam kategori Desa Wisata rintisan diharapkan dengan sinergitas antar Pemerintah Desa, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat, kita berharap pada Tahun selanjutnya Desa Wisata yang ditetapkan hari ini dapat masuk dalam 224 Desa Wisata mandiri yang tersertifikasi yang menjadi program RPJMN Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif".
"Tentu melalui Proses yang panjang dan penuh tantangan, saya berpesan untuk tetap bersemangat dan bersatu demi terciptanya Nias Barat Hasambua dan Nias Barat Zoguna Ba Zato," pungkas Bupati memaparkan.(BS09)