Antisipasi Penurunan Turis Cina, Menteri Parenkraf Bidik Potensi Kunjungan dari Australia dan Amerika

- Selasa, 28 Januari 2020 22:25 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012020/9712_Antisipasi-Penurunan-Turis-Cina--Menteri-Parenkraf-Bidik-Potensi-Kunjungan-dari-Australia-dan-Amerika-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parenkraf) menyampaikan meski hingga kini belum ada data persis mengenai dampak kunjungan turis dari Cina karena Virus Corona namun antisipasi dengan membidik potensi dari negara lain seperti Australia dan Amerika sudah mulai ditelaah. Pernyataan Menteri Parenkraf tersebut didasari preferensi minat orang datang ke Indonesia itu berasal dari mana saja sih. 

 

“Ternyata yang paling besar itu nomor satu Australia, nomor dua mana ada yang bisa nebak enggak? Ayo tebak. Nomor dua dari Amerika, kalau berdasarkan machine learning yang kita pelajari, gitu,” ujar Menteri Parenkraf menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, seperti dilansir dari laman setkab, Selasa (28/01/2020). 

 

Pencarian tentang pariwisata, menurut Menteri Parenkraf, nomor satu dari Australia, itu 600 juta kemudian nomor dua dari Amerika, 500 juta lebih. “Jadi sebetulnya potensinya ada, cuma belum ada direct flight misalnya, belum promosi yang betul-betul intensif misalnya. Dan itu cuma dari 3 kota San Fransisco, Los Angeles, dan New York, cuma di 3 kota itu yang paling besar,” ujar Wishnutama. 

 

Menurut Menteri Parenkraf, pariwisata Indonesia juga tidak boleh hanya bersandar pada satu negara saja. “Jadi kita tidak boleh rely on pada salah satu negara saja. Kalau ada problem seperti ini kita jadi bingung nantinya,” tambahnya. 

 

Soal dampak dari Virus Corona, Wishnutama menyampaikan bahwa dari Kota Wuhan tahun lalu hanya sebanyak 50 ribuan wisatawan. “Tapi kan kita tidak bisa bicara itu kota itu sendiri. Pengaruhnya dari yang lain-lain pasti ada pengaruhnya karena kan Cina juga mengeluarkan banyak aturan sekarang, dari travel agent-nya dan lain sebagainya. Yang pasti punya dampak,” ujar Menteri Parenkraf seraya menambahkan di akhir tahun kemarin strategi pariwisata memang sudah diarahkan ke pasar-pasar lain yang juga punya potensi besar dan selama ini kurang terlalu dilirik oleh Indonesia. 

 

Mengenai penerbangan ke Wuhan sendiri, menurut Menteri Parenkraf, sudah dibatalkan, tidak ada, dan di kota itu telah di-lock down atau ditutup. Beberapa negara lain, menurut Wishnutama, juga masih menanggapi beragam terkait virus corona ini. “Kemarin saya sudah diskusi juga dengan Bu Retno, dari Kemenlu juga kita masih kuning. Kuning artinya hati-hati. Kalau merah itu no travel. Khusus di Provinsi Hubei itu no travel," terangnya. 

 

Lebih lanjut, Menteri Parenkraf meminta agar ada pemberitaan yang berimbang terkait masalah pelarangan penerbangan dan dirinya mengaku terus berkomunikasi dengan Menlu untuk hal ini. Menteri Parenkraf menyampaikan akan terus mengkaji dan memantau situasi terutama sikap dari lembaga kesehatan dunia seperti WHO agar penyikapannya tepat.(BS09)


Tag:

Berita Terkait

Wisata

Astindo Travel Fair 2025 Digelar di Medan, Wadah Strategis Bagi Pelaku Usaha Pariwisata

Wisata

Bupati Langkat Syah Afandin Dukung Putra Putri Langkat Promosikan Budaya dan Wisata

Wisata

Dinkes Sumut: Hadapi Wabah HMPV dengan Tenang dan Tetap Waspada

Wisata

Pemko Medan dan Politeknik Pariwisata Gelar Job Expo, 1.374 Lowongan Tersedia

Wisata

Dukung Peningkatan Pariwisata, Pj Sekda Medan Ingin Sipkomen Terus Dikembangkan

Wisata

Sumut Promosikan Investasi Potensial kepada Sembilan Negara Ini