Beritasumut.com-Untuk mendukung pengembangan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono melalui surat rekomendasi yang dikeluarkannya menyetujui desain untuk pelaksanaan konstruksi jembatan Tano Ponggol. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Medan sebagai pihak pengelola akan segera melaksanakan pengerjaan konstruksi jembatan Tano Ponggol. Proyek pengerjaan konstruksi ini telah memperhatikan dan mengakomodasi saran-saran yang dikeluarkan tim Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Dalam surat izin yang dikeluarkan, Kementerian PUPR telah merancang konsep desain jembatan Tano Ponggol, yakni jembatan dengan model cable stayed dengan tiga tiang tungku. Konsep ini mengadopsi filosofi dan kearifan lokal adat batak Dalihan Na Tolu. Dilansir dari laman samosirkab.go.id, Minggu (21/07/2019), pembangunan jembatan ini akan memberikan opsi bagi para wisatawan untuk mengelilingi Pulau Samosir baik jalan darat maupun menggunakan kapal pesiar/wisata dalam ukuran besar. Jembatan Tano Ponggol yang akan segera dibangun ini diharapkan mampu mendongkrak pariwisata di kawasan Danau Toba dan menjadi Ikon Wisata Baru khususnya di Pulau Samosir. Pengembangan Danau Toba tak hanya di situ, dalam rangka meningkatkan kualitas kerja yang dicanangkan Bupati Samosir tahun 2019 sebagai tahun berkualitas, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga melakukan penandatanganan 19 paket pekerjaan kontrak kerja yang bersumber dana DAK dan APBD TA. 2019 yang disaksikan oleh Bupati Samosir Drs Rapidin Simbolon MM bersama Wakil Bupati Samosir Ir Juang Sinaga. Bupati Rapidin berharap kepada penyedia jasa yang akan mengerjakan paket proyek yang sudah melalui proses awal seleksi sesuai aturan yang berlaku meminta kepada penyedia jasa untuk dapat melakukan hal yang bernilai dan bermakna dan bertanggungjawab kepada diri sendiri, kepada masyarakat terlebih kepada Tuhan yang Maha Kuasa. "Salah satu yang mendasari penandatanganan kontrak kerja dan pakta integritas ini adalah pengalaman selama 3,5 tahun di Kabupaten Samosir, di mana dalam pelaksanaan proyek pekerjaan terdapat berbagai masalah yang timbul di lapangan yang disertai pengawasan yang super ketat dari masyarakat, sehingga diperlukan peningkatan kualitas pembangunan yang sesuai standard pada tahun 2019 ini," ungkap Bupati seraya meminta kepada penyedia jasa agar benar-benar membangun bonapasogit untuk kesejahteraan masyarakat.(BS09)