Persiapan 'Sail Sabang' Aceh Minim, Pemerintah Pusat Perlu Terlibat

Herman - Kamis, 03 Agustus 2017 15:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082017/7494_Persiapan---039-Sail-Sabang--039--Aceh-Minim--Pemerintah-Pusat-Perlu-Terlibat.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Komisi X DPR RI melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Aceh bersama mitra, mulai dari Perpusnas, Kemendikbud, Kemenpar, dan Bekraf. Salah satu agenda kerja yang dilakukan adalah meninjau pelaksanaan Festival ‘Sail Sabang’ yang akan berlangsung pada 28 November hingga 3 Desember 2017.

 

Saat kunjungan, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri menilai festival yang akan berlokasi di Sabang, Aceh, itu hingga kini belum terlalu siap. “Padahal pelaksanaannya 28 November sampai dengan  3 Desember 2017. Sehari sebelumnya, ada juga ada agenda besar, yaitu ‘Islamic Cruise’. Mak pemerintah pusat harus ikut campur tangan agar sukses,” jelas Abdul Fikri di sela kunjungan, Selasa (01/08/2017).

 

Diketahui, tema ‘Sail Sabang’ kali ini adalah ‘Sabang Menuju Gerbang Destinasi Wisata Bahari Dunia’. Tema itu diambil agar diikuti banyak event yang bertujuan untuk pengembangan kepariwisataan, seperti flying pass, diving, dan sailing pass. Bahkan, saat pembukaan, tarian kolosal Laksamana Malahayati akan dihadirkan, bersamaan dengan parade kapal laut yang berlayar dari Spanyol yang berakhir di Pantai Aceh.

 

Ditambah, acara ini akan digelar juga sejumlah kegiatan pendukung, seperti Jambore IPTEK, Sabang Underwater Contest, Sales Mission Cruise Operator and Yatch, hingga bakti sosial bersih pantai.

 

Selain itu, Komisi X DPR RI juga mengunjungi Museum Tsunami Aceh. Rombongan langsung disambut oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi dan Koordinator Museum Tsunami Aceh Almuniza Kamal. Abdul Fikri menjelaskan bahwa Aceh pernah mengalami musibah tsunami terbesar di dunia.

 

Sehingga, mestinya beberapa sektor kementerian/lembaga yang membidangi hal ini, fokus untuk menjadikan Aceh sebagai pusat riset manajemen bencana. Di sisi lain, Indonesia dan beberapa negara yang rawan bencana, selama ini mengikuti pola kerja Sendai Framework dari PBB (dalam mitigasi bencana). 

 

“Padahal ternyata bahan kajiannya dari Aceh. Tiap tahun ada peneliti dari Sendai melakukan penelitian di Aceh. Ke depan, Indonesia harusnya menjadi pusat riset manajemen bencana dunia. Jadi, kita tidak merujuk ke asing, tapi asing lah yang merujuk ke kita,” papar Abdul Fikri.⁠(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Wisata

Astindo Travel Fair 2025 Digelar di Medan, Wadah Strategis Bagi Pelaku Usaha Pariwisata

Wisata

Bupati Langkat Syah Afandin Dukung Putra Putri Langkat Promosikan Budaya dan Wisata

Wisata

Pemko Medan dan Politeknik Pariwisata Gelar Job Expo, 1.374 Lowongan Tersedia

Wisata

Dukung Peningkatan Pariwisata, Pj Sekda Medan Ingin Sipkomen Terus Dikembangkan

Wisata

Pj Bupati Langkat Resmikan Wisata Pantai Citra untuk Meningkatkan Perekonomian Desa Namo Sialang

Wisata

Sumut Promosikan Investasi Potensial kepada Sembilan Negara Ini