Beritasumut.com-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut sedang menyaring 100 destinasi tujuan wisata di Sumatera Utara (Sumut)."Saat ini kita sedang memetakan 100 destinasi tujuan wisata di Sumut. Semuanya kita data dari seluruh tempat wisata di 33 kabupaten/kota di Sumut," ujar Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Elisa Marbun, Senin (27/2/2017). Hingga saat ini, telah didapat 177 destinasi tujuan wisata di Sumut. Dan jumlah itu kemungkinan masih bertambah dikarenakan masih ada beberapa tujuan wisata lagi di 9 kabupaten/kota lainnya di Sumut yang belum terdeteksi."177 destinasi itu belum semuanya. Masih ada 9 kabupaten/kota lagi yang objek wisatanya perlu kita data seperti Tebingtinggi, Labuhanbatu Selatan, Nias Induk, Nias Utara, Binjai, Pakpak Bharat dan lainnya," sebut Elisa. Setelah semuanya terdata, maka ia akan menyampaikannya ke Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), T Erry Nuradi agar dipetakan 100 destinasi yang menjadi tujuan wisatawan ke Sumut."Kebanyakan yang kita data ini masih di daerah pesisir Timur. Setelah kita tahu 100 destinasi tujuan wisata ini, maka tinggal mudah mengembangkannya," ujarnya sambil menargetkan 1 juta wisatawan datang ke Sumut hingga tahun 2019. Untuk mewujudkan itu semua, pihaknya menyebutkan tidak bisa bekerja sendiri. Melainkan butuh dukungan dari pemerintah kabupaten/kota di Sumut untuk mengembangkan wisata di daerahnya masing-masing."Fokus utama saya saat ini ada wisata halal. Bagaimana wisatawan nyaman, jika fasilitas ini belum ada. Apalagi 55 persen dari jumlah wisatawan kita berasal dari Malaysia yang mayoritas beragama Islam," ujarnya. Pihaknya juga meminta agar Dinas Pariwisata di setiap kabupaten/kota, khususnya yang berdekatan dengan objek wisata Danau Toba untuk siap menjadi tuan rumah yang baik. Karena baik dan buruknya suatu wisata, bukan hanya bergantung pada Dinas Pariwisata Provinsi, melainkan seluruh stakeholder terutama Dinas Pariwisata di Kabupaten/Kota yang ada di Sumut. "Untuk itu saya minta jangan ada lagi kebohongan dari daerah. Kita di provinsi ini tidak punya objek wisata. Sifatnya hanya promosi dan koordinasi. Jadi untuk mengembangkan bagusnya wisatawan di daerah, ada di tangan mereka. Meskipun begitu, Dinas pariwisata Provinsi tetap mendukungnya," pungkasnya.(BS03)