Pengembangan Danau Toba Harus Disertai Instrumen Pengendalian Lingkungan

Herman - Kamis, 20 Oktober 2016 11:38 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102016/1703_Pengembangan-Danau-Toba-Harus-Disertai-Instrumen-Pengendalian-Lingkungan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumut Hj Hidayati.

Beritasumut.com-Pengembangan kawasan wisata Danau Toba harus disertai dengan instrumen-instrumen pengendalian lingkungan yang dikeluarkan baik dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun kabupaten kota se-kawasan Danau Toba."Kabupaten/kota nanti akan diundang, supaya mereka mempersiapkan suatu instrumen, pengendali pencemaran atau pengerusakan yang disebabkan dari kegiatan infrastruktur dan pembangunan lainnya di kawasan Danau Toba," ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumut Hj Hidayati, kepada wartawan, Kamis (20/10/2016).Menurut Hj Hidayati, jika melihat program untuk memajukan kawasan Danau Toba tersebut, perlu bagi Pemprov Sumut untuk memiliki suatu sistem khusus agar dapat mengimbangi semua kegiatan-kegiatan itu.Karena semua kegiatan di kawasan Danau Toba itu, kata Hj Hidayati, adalah merupakan mempunyai efek yang besar terhadap lingkungan hidup.Misalnya pembangunan resort, pembangunan bandara maupun pembangunan lainnya yang besar kontribusinya terhadap lingkungan hidup.Instrumen pengendalian lingkungan tersebut harus dibuat, ungkap Hj Hidayati, sebab jika tidak dibuat, akan menjadi beban lingkungan terhadap Provinsi Sumatera Utara.BLH Sumut, kata Hj Hidayati, akan memanggil semua kabupaten/kota se-kawasan Danau Toba. "Akan kita bedah, ijin apa saja yang dibutuhkan. Saya akan panggil kabupaten kota untuk mempersiapkan ini, apakah perlu Pergub, Perda atau lainnya," ujar Hj Hidayati.Meskipun nanti misalnya dalam pengembangan kawasan Danau Toba itu pembangunannya hanya dilakukan di dua kabupaten, kata Hj Hidayati, tapi dampaknya tetap kepada 7 kabupate kota se kawasan Danau Toba."Kabupaten yang tidak mendapatkan projek itu, akan mendapatkan dampaknya juga, sehingga harus menyediakan instrumen pengendalian lingkungan terhadap kegiatan itu," ujarnya.Dampak lingkungan yang paling besar yang akan dirasakan, sebut Hj Hidayati, yang pasti kualitas air dan tanah akan ada pengaruhnya.Misalnya di Kabupaten Simalungun, kata Hj Hidayati, walaupun tidak terkait dengan pembukaan resort, tapi kan dermaga Ajibata nya pasti digunakan."Pergerakan semua ini akan mengakibatkan suatu kontribusi dampak terhadap air danau toba," kata Hj Hidayati.(BS03)


Tag:

Berita Terkait

Wisata

Dishub Sumut Sebut 29 Kapal Laik Berlayar

Wisata

Pj Sekdaprov Sumut Saksikan Penandatanganan Kerja Sama dan Kesepahaman Toba Caldera UGG

Wisata

Dokumen Geopark Kaldera Toba Siap Diserahkan ke UNESCO

Wisata

Kukuhkan Lima Anggota Badan Pengelola Toba Kaldera, Pj Sekdaprov Sumut Ingatkan Target Pertama Green Card

Wisata

Rakornas Perencanaan Pembangunan 2024 Hasilkan Delapan Poin Prakarsa Kaldera Toba

Wisata

Ajak PKK Sumsel ke Danau Toba, PKK Sumut Harapkan Promosikan Keindahannya