Antisipasi Membludaknya Pengunjung, Pemkab Taput Siapkan Homestay

- Rabu, 07 September 2016 20:20 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092016/7083_Antisipasi-Membludaknya-Pengunjung--Pemkab-Taput-Siapkan-Homestay.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Bupati Taput Nikson Nababan didampingi Kadis Pariwisata Sumut E Marbun saat konfrensi Pers jelang Festival Danau Toba.

Beritasumut.com-Menjelang pelaksanaan Festival Danau Toba 2016 yang akan berlangsung 9-12 September mendatang di Muara, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), sejumlah persiapan dilakukan guna menggelar kegaitan akbar untuk menduniakan kawasan wisata di Sumatera Utara (Sumut) ini. Salah satu antisipasi membludaknya pengunjung, pemerintah setempat menyiapkan banyak homestay atau rumah singgah.Bupati Taput Nikson Nababan didampingi Kadis Pariwisata Sumut E Marbun saat konfrensi Pers di Medan, mengatakan pihaknya semaksimal mungkin melakukan persiapan untuk menjadi tuan rumah yang baik pada perhelatan akbar tahunan tersebut. Nikson pun merasa yakin dengan dukungan Kementerian Pariwisata dan Pemprovsu Pesta Danau Toba tahun ini lebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya."Sejauh ini kita terus melakukan pematangan persiapan baik Infrastruktur maupun persiapan lainnya untuk kesuksesan Pesta Danau Toba. Kita ingin Taput menjadi tuan rumah yang baik. Momen ini akan kita manfaatkan sebagai tolak ukur bagi dunia pariwisata kita di Taput,"ujar Nikson.Lebih lanjut dikatakan Nikson, ide untuk memusatkan pelaksanaan Pesta Danau Toba di Kecamatan Muara memang bukan hal yang mudah. Begitupun dirinya sangat yakin kalau keterbatasan Infrastruktur yang saat ini dimiliki Kecamatan Muara seperti halnya Hotel dan penginapan akan dapat teratasi. Begitu juga dengan dengan minimnya lahan berbentuk tanah lapang untuk lahan parkir dan kegiatan juga menjadi tantangan tersendiri bagi Pemda Taput. Apalagi dukungan mengalir tidak hanya dari Pemerintah pusat dan Provinsi Sumut tetapi juga dari masyarakat khususnya para tokoh masyarakat yang berasal dari Muara dan Taput yang tersebar di seluruh Indonesia."10 ribu warga perantauan dari Muara dipastikan akan pulang kampung turut serta memeriahkan pesta Danau Toba. Bahkan mereka bersedia menjadikan rumah mereka dan rumah keluarga mereka untuk homestay jika memang diperlukan nanti,"ujar Nikson.Dibeberkan Nikson untuk menutupi kekurangan Hotel dan penginapan masyarakat bersedia rumah merekanya menjadi Homestay untuk pengunjung. Hingga saat ini setidaknya sudah ada 260 homestay yang siap dan jumlah tersebut bisa saja bertambah. Menurut Nikson untuk satu home stay diperkirakan akan diisi 6-10 orang. Sedangkan untuk harga satu homestay berkisar 50 sampai 100 ribu permalam. Untuk menjadi tuan rumah yang baik, lanjut Nikson dirinya sudah menghimbau kepada masyarakat agar mencantumkan daftar harga makanan dan minuman yang mereka dijual. Selain itu Pemkab Taput juga menyediakan setidaknya 80 stan kuliner menyediakan makanan halal dan kerajinan tangan.   "Seluruh kegiatan akan digelar di Muara kecuali perlombaan paduan suara dan kegiatan lainnya membutuhkan gedung dengan kapasitas besar. Karena hanya di Tarutung yang punya fasilitas itu. Kalau hotel sampai saat ini sudah penuh sampai ke daerah Siborong-borong. Begitu juga untuk penerbangan ke Silangit dari Jakarta hingga tanggal 16 September sudah habis terjual. Tapi kita akan berkoordinasi dengan maskapai Sriwijaya dan Garuda untuk penambahan fleet,"ujarnya lagi.Dalam kesempatan itu Nikson juga mengatakan bahwa momen Pesta Danau Toba dijadikan sebagai batu loncatan bagi Pemkab Taput untuk serius mengelola pariwisata. Salah satunya dengan mengarahkan masyarakat yang selama ini mengandalkan Keramba Jaring Apung (KJA) untuk beralih ke usaha Homestay. "Nanti kita bantu pendanaannya untuk membangun Homestay. Jadi tidak ada lagi KJA di Taput. Kedepan Homestay bisa menjadi mata pencarian baru untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Saat ini tersisa empat KJA lagi didaput,"jelasnya.(BS03)


Tag:

Berita Terkait

Wisata

PT Dua Rimba Medtech Indonesia Resmikan Fasilitas di Cikarang, Dorong Kemandirian Industri Alat Kesehatan Nasional

Wisata

KADIN Medan Apresiasi TNI AL Tangkap Begal di Belawan, Dinilai Tingkatkan Keamanan

Wisata

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Wisata

Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

Wisata

Jaga Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Pertamina Sumbagut Borong 12 PROPER Hijau

Wisata

Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar