Beritasumut.com-Keseriusan pemerintah untuk mengembangkan objek wisata danau toba dengan tidak mengabaikan kelestarian alamnya patut mendapat apresiasi. Bahkan pemerintah telah merencanakan untuk "mengimpor" ikan pora-pora atau yang juga disebut Bilih dari Danau Singkarak, Sumatera Barat."Habitat ikan pora-pora semakin berkurang akibat dampak tercemarnya lingkungan danau toba. Oleh pemerintah daerah dalam hal ini dibantu Kodam I BB akan menjemput ikan pora-pora dari Sumatera Barat dan akan kita tabur secara besar-besaran," ujar Sekda Pemprov Sumut Hasban Ritonga, kepada wartawan, Rabu (29/06/2016).Lebih lanjut dikatakan Hasban sebelum penaburan ikan pora-pora secara besar-besaran tentunya langkah awal yang perlu diambil pemerintah adalah mengurangi pencemaran yang ada di Danau Toba seperti meniadakan KJA."Kalau airnya sudah tidak tercemar maka akan cepat berkembang biak. Sama dengan ikan mujahir. Karena selain destinasi wisata, masyarakat juga bisa menfaatkan hasil danau seperti penangkapan ikan secara tradisional yang tidak merusak lingkungan," ujarnya. Dikatakan Hasban langkah awal yang akan diambil pihaknya adalah mengurangi penyebab pencemarannya air dari pakan dan kotoran ikan di KJA, membuat IPAL untuk limbah domestik dan Rumah Tangga dan pengedalian limbah dari pasokan air."Tiga sumber pencemaran itu kita perkecilah. Makanya kita sepakat dula zero KJA jadi nanti tinggal kotoran yang lama-lama itu saja yang dibersihkan. Kotoran bisa kita tarik menuju aliran pembuangan. Kalau sumber pencemarannya sudah berkurang, maka air Danau Toba akan jernih. Soal perubahan mata pencaharian nanti bisa berupa bantuan UKM atau tali asih. Tapi nanti akan ada pembahasan selanjutnya," pungkasnya.(BS03)