Kompor Berbahan Bakar Sampah, Inovasi Kelurahan Tanah 600 Marelan dalam Penanganan Sampah

Herman - Minggu, 15 Desember 2024 13:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122024/_7880_Kompor-Berbahan-Bakar-Sampah--Inovasi-Kelurahan-Tanah-600-Marelan-dalam-Penanganan-Sampah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS07

beritasumut.com - Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan melakukan inovasi dalam upaya penanganan sampah diwilayahnya sesuai dengan program Wali Kota Medan Bobby Nasution. Inovasi yang dilakukan adalah dengan menghadirkan kompor berbahan bakar sampah yang dapat digunakan dalam keseharian.Kompor berbahan bakar sampah ini merupakan hasil kerjasama Kelurahan Tanah 600 dengan unit produksi Koperasi Karya Membangun Bangsa. Selain mengatasi sampah, kompor ini juga dinilai dapat menghemat biaya dibandingkan dengan penggunaan kompor pada umumnya.Lurah Tanah 600, Syawaludin Nasution menjelaskan pihaknya dalam penanganan sampah melakukan inovasi hasil kerjasama dengan Koperasi Karya Membangun Bangsa dengan menghadirkan kompor berbahan bakar sampah. Kompor ini kami perkenalkan dengan masyarakat terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha."Kompor berbahan bakar sampah ini memanfaatkan oli bekas yang akan dipanasi dengan sampah plastik atau kertas. Jika api sudah menyala maka akan dihidupkan blower kecil dengan tenaga listrik guna menyempurnakan proses pembakaran hingga menghasilkan api biru", kata Syawaludin pada kegiatan Demo penggunaan kompor berbahan bakar sampah di kantor Lurah Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (14/12/2024)Menurut Syawaludin, kompor berbahan bakar sampah ini akan diuji kelayakannya sehingga nantinya aman jika digunakan oleh masyarakat. Artinya meskipun Inovasi ini baru namun untuk keamanan kompor tersebut pihaknya akan melakukan uji kelayakan melalui instansi terkait."Kami hadirkan kompor ini sebagai upaya dalam mengatasi permasalahan sampah. Selain itu jika kompor ini layak nantinya juga dapat mengurangi biaya dibandingkan dengan penggunaan kompor pada umumnya", jelas Syawaludin.[br] Ditambahkan Syawaludin, Kelurahan Tanah 600 juga mendorong kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan dan Menanggungjawabi sampahnya sendiri dengan membentuk kegiatan Gerakan Rumah Mandiri Kelola Sampah (GRMKS). Melalui gerakan ini kami mengajari masyarakat untuk memilah sampah yang bernilai ekonomis. Selain itu juga memilah sampah yang dapat digunakan untuk kompor berbahan bakar sampah.Sementara itu Sirajuddin, pengelola Koperasi Karya Membangun Bangsa menjelaskan hadirnya kompor berbahan bakar sampah ini berangkat dari keprihatinan sampah plastik yang tidak teratasi. Karena tidak semua sampah plastik bernilai ekonomis. "Kompor berbahan bakar sampah ini tidak berasap dan tidak berbau karena kompor ini menggunakan sistem seperti polimerisasi. Untuk blowernya yang menggunakan tenaga listrik dapat juga diganti menggunakan tenaga baterai", sebutnya.(BS07)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Tekno

Tinjau PSEL di Benowo, Menko AHY: Infrastruktur Pengelolaan Sampah Lewat Teknologi Diperkuat

Tekno

Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas, Pemerintah Siapkan Strategi Komprehensif

Tekno

Rico Waas-Zakiyuddin Ingin Sampah Ke Depan Didaur Ulang Jadi Sesuatu yang Berguna

Tekno

Tinjau Penanganan Sampah, Wakil Walikota Pematangsiantar Turun ke Kecamatan dan Kelurahan

Tekno

Pimpin Apel Gabungan, Walikota Imbau DLH Kota Binjai Fokus pada Penanganan Sampah

Tekno

Walikota Medan Sambut Baik Investasi Pengolahan Sampah Jadi Listrik