Santanu, Inilah Situs Pemantau Hujan yang Dikenalkan LAPAN

- Minggu, 22 Desember 2019 10:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122019/2463_Santanu--Inilah-Situs-Pemantau-Hujan-yang-Dikenalkan-LAPAN.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (PSTA) LAPAN mengembangkan radar hujan bernama Sistem pemantau hujan (Santanu). Santanu menampilkan lokasi yang tengah diguyur hujan melalui laman santanu.sains.lapan.go.id. 

 

“Radar ini dapat memantau hujan hingga radius 44 kilometer,” ujar Asif Awaludin, Peneliti Muda PSTA dilansir dari laman ristekdikti.go.id, Minggu (22/12/2019). 

 

Asie mengungkapkan, Radar hujan dipasang di kantor-kantor milik LAPAN seperti di Bandung dan Bogor. Selain itu, beberapa radar hujan juga dipasang di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) seperti di Sukabumi, Jawa Barat. Radar hujan berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) yang dihibahkan ke BPBD. LAPAN dalam hal ini membantu dalam pembuatan dan pemasangannya.

 

Selanjutnya, radar ini akan dipasang yaitu di Kota Bima, dan Kota Sorong. Pada pertengahan Desember ini, harapannya radar hujan Santanu sudah beroperasi. Selain itu, radar hujan juga telah memantau daerah Lembang, Sumedang, Pontianak, Kototabang, dan Sadeng. Radar hujan Santanu ini terbukti sangat akurat, beberapa media cetak maupun daring ada yang berkunjung dan mencobanya.

 

Pada laman radar hujan ini bisa diakses dengan mudah oleh publik, tampilannya terbagi tiga. Peta dan radar hujan berukuran besar menampilkan kondisi hujan hingga radius 44 kilometer dari lokasi radar, sedangkan pada bagian kanan atas ada peta yang bisa diperbesar dan melihat informasi lebih detil, termasuk kondisi perubahan hujan per dua menit.

 

Warna pada sebaran awan menggambarkan tingkat intensitas hujan, mulai dari ringan, sedang, hingga lebat. Santanu juga menampilkan luas area yang diguyur hujan. Selain itu pergerakan awan hujan juga bisa diketahui arahnya. Ada 14 corak warna bertingkat dari biru muda hingga ungu. Warna biru tua menandakan hujan ringan, sementara warna hijau mengindikasikan hujan deras.

 

“Yang perlu di waspadai adalah hujan warna hijau yang cakupannya cukup luas, karena berarti hujannya menjangkau hulu hingga hilir sungai,” pungkas Asif seraya menambahkan bahwa dengan kombinasi durasi waktu hujan, kondisi itu bisa mengindikasikan awal terjadinya banjir. Namun tetap perlu dikonfirmasi dengan pengamatan lokal.(BS09)

 


Tag:

Berita Terkait

Tekno

Ketua KADIN dan Walubi Medan Meriahkan HUT ke-80 TNI di Lapangan Merdeka

Tekno

Pemko Binjai Tandatangani MoU dengan Kemnaker RI, Sinergikan Data Ketenagakerjaan untuk Perluas Akses Kerja dan Pelatihan

Tekno

Walikota Medan Dukung BBMKG Sebar Informasi Cuaca Melalui Videotron Pemko Medan

Tekno

Buka Sosialisasi, Walikota Dukung Hadirnya Aplikasi BKMQU yang Digagas MUI Kota Medan

Tekno

Prabowo Sebut Bank Emas Akan Buka 1,8 Juta Lapangan Kerja Baru

Tekno

Cuaca Ekstrem, Menhub Minta Penyelenggara Transportasi Waspada