Kadis Ketahanan Pangan Tobasa Pandu Masyarakat Desa Motung Praktekkan Pembuatan Pupuk dan Pestisida Organik

- Minggu, 18 Agustus 2019 08:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082019/3690_Kadis-Ketahanan-Pangan-Tobasa-Pandu-Masyarakat-Desa-Motung-Praktekkan-Pembuatan-Pupuk-dan-Pestisida-Organik.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Masyarakat Desa Motung, Kecamatan Ajibata, Toba Samosir (Tobasa) yang tergabung dalam Kelompok Tani Saurdot melakukan praktek cara membuat pupuk organik dan Pestisida yang dipandu langsung Kadis Ketahanan Pangan (Ketapang) Darwin Sianipar dan disaksikan Wakil Bupati (Wabup) Hulman Sitorus.

 

Dalam kesempatan itu, Wabup mengaku senang atas sambutan masyarakat, sebab ciri masyarakat maju apabila menghargai tamu yang datang, dan melayani tamu dengan menyuguhkan hasil produksi masyarakat. Wabup juga menyinggung pengembanga Kopi Mora yang sudah dipromosikan ke luar daerah.“Upaya petani mengembangkan Kopi Mora (Motung Arabika) dan telah dipromosikan sampai JCC Jakarta berharap pemasaran terus dilanjutkan dengan OPD terkait untuk ikut mempromosikan hasil produksi masyarakat Desa Motung," ungkap Wabup dilansir dari laman tobasamosirkab.go.id, Minggu (18/08/2019).

 

Lebih jauh Wabup menjelaskan jika Tobasa saat ini masih surplus beras.Sementara teknologi pupuk organik dan pestisida organik sudah lama, tetapi dari hasil studi banding kunjungan ke India yang membuat pupuk organik dan pestisida organik adalah masyarakat dan dipakai sendiri oleh petani sehingga biaya mengelola pertanian bisa serendah mungkin.

 

”Saya mengajak Kelompok Tani Saurdot untuk tertib administrasi, selalu mencatat hal sekecil apapun pembiayaaan mengolah pertanian sebab bahan baku untuk pembuatan pupuk organik dan pestisida organik tersedia di sini, untuk itu perlu dirawat.Dalam memenangi persaingan Globalisasi  Harga murah atau mutu baik maka ini sebagai pemenang dalam persaingan merebut pasar Globalisasi,” ajak Wabup.

 

Sementara itu, Kadis Ketapang Darwin Sianipar mengungkapkan bahwa saat ini pembuatan pestisida organik dan pupuk organik sudah dipakai masyarakat petani untuk menanam sayur dan tanaman palawija."Pestisida low budget natural farming (pertanian alami dengan biaya rendah) dan bahan-bahan pembuatan pestisida organik adalah daun ingul, daun eukaliptus, daun kunyit, daun jeruk, daun mindi, daun pepaya, daun srey, tembakau, kotoran sapi, andaliman. Ditutup selama 5 hari, baru airnya disaring hasilnya telah menjadi pestisida organik," terangnya.

 

Untuk pembuatan Pupuk Organik, sambung Darwin, bahan-bahannya urine sapi 15 liter, susu soya 2 kg, larutan gula aren 2 liter, air 200 liter, kotoran sapi 10 liter seluruh bahanya dimasukkan ke drum ditutup rapat didiamkan selama 5 hari. Airnya disaring hasilnya telah menjadi pupuk organik”

 

”Tujuan diadakan pelatihan ini selain untuk memberikan wawasan kepada para petani, tetapi juga memberikan keahlian khusus untuk bisa membuat pupuk dan pestisida organik dan pengaplikasiannya agar para petani tidak ketergantungan pada pupuk kimia dan pembuatan pupuk organik ini untuk memberikan pemahaman tentang penggunaan pupuk organik ramah lingkungan, lebih hemat biaya, dan bahan baku pupuk organiknya ada disekitar kita,” ungkap Darwin.

 

Kades Motung Gomgom Manurung menambahkan, pembuatan bubuk kopi masih tahap promosi, dan mudah-mudahan hasil produksi bisa menambah pendapatan keluarga."Pupuk mahal tidak akan masalah lagi apabila pupuk dan pestisida yang akan dipakai masyarakat adalah produksi sendiri di mana bahan-bahan bakunya ada di sekitar kita sendiri," jelasnya.(BS09)


Tag:

Berita Terkait

Tekno

Bulog Gandeng Tentara Serap Gabah, Kodim Bakal Dilibatkan

Tekno

Bos Baru Bulog Pede Bisa Serap 3 Juta Ton Beras dalam 3 Bulan

Tekno

Presiden Prabowo Beri Restu Impor demi Penuhi Kebutuhan Pupuk Subsidi

Tekno

Universitas Bandar Lampung Ciptakan Mesin Sortir untuk Petani Damar

Tekno

Pj Bupati Langkat Tindak Cepat Keluhan Petani Tanjung Ibus, Subsidi Pupuk, Irigasi dan Infrastruktur Jadi Prioritas

Tekno

Wapres RI Dialog dengan Petani di Langkat, Pj Sekdaprov Sumut Apresiasi