Pertama di Dunia, Pemerintah Dukung Pengembangan Sawit Jadi Bensin dan LPG melalui Co-prosessing

- Minggu, 21 April 2019 13:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042019/9736_Pertama-di-Dunia--Pemerintah-Dukung-Pengembangan-Sawit-Jadi-Bensin-dan-LPG-melalui-Co-prosessing.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Indonesia adalah salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia. Selain dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar minyak jenis solar, kini penelitian pemanfaatan sawit untuk bahan bakar jenis bensin (gasolin) maupun LPG (Liquified Petroleum Gas) tengah dikembangkan di Indonesia, salah satunya melalui kerja sama Pertamina dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana, di depan mahasiswa peserta Workshop Pengembangan Bioenergi dan Energi Pedesaan Berbasis Energi Terbarukan di Institut Pertanian Bogor (IPB)."Indonesia yang pertama mengembangkan sawit untuk bensin melalui co-prosessing.

 

Minyak sawit dicampurkan ke kilang dengan proses cracking, menggunakan katalis Merah Putih, yang juga merupakan produksi anak bangsa, dan akan menghasilkan bensin dan LPG di akhir proses," jelas Dadan dilansir dari laman esdm.go.id, Minggu (21/04/2019).

 

Dadan mengungkapkan, pemanfaatan sawit untuk bensin ini juga telah dilakukan di beberapa negara seperti di Amerika, Italia, dan UEA. Namun, yang dikembangkan di negara-negara tersebut adalah membuat pabrik baru yang dapat mengolah langsung sawit dengan bensin sebagai salah satu produknya. "Yang mereka kembangkan bukan co-prosessing, tapi standalone, dari sawit menghasilkan bensin. Untuk co-processing ini kita yang pertama," paparnya.

 

Kelebihan lain dari co-prosessing ini, lanjut Dadan, kita masih dapat menggunakan kilang exsisting, sehingga lebih hemat dalam proses produksinya. "Yang digunakan adalah kilang eksisting, hanya ditambahkan proses di tengahnya untuk menghasilkan bensin dan LPG," imbuh Dadan.

 

Terkait harga, Dadan mengungkapkan, bensin dari sawit ini nantinya masih akan tergantung dari harga bahan baku sawitnya. "Ada mekanisme yang saling menguntungkan pastinya, bisa melalui intensif atau bentuk lain, karena kita tahu hingga saat ini di lapangan kita tahu kalau harga minyak goreng selalu lebih mahal dari bahan bakar," tandas Dadan.

 

Selain Dadan Kusdiana, hadir pula sebagai pembicara pada workshop kerjasama Balitbang ESDM dan IPB kali ini, Pakar Bioenergi IPB Erliza Hambali dan Armansyah Tambunan, juga Direktur Penyaluran Dana BPDPKS Edi Wibowo dan pengurus Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia, Paulus Tjakrawan.(BS09)

 


Tag:

Berita Terkait

Tekno

Nyolong Sawit di Perkebunan Sei Semayang, Maling ini Ditangkap Polsek Medan Sunggal

Tekno

Sadis! Dua Centeng Kebun Tembak dan Bacok Terduga Maling Sawit hingga Tewas

Tekno

KADIN Sumut: Kelangkaan BBM Ancam Iklim Usaha dan Stabilitas Ekonomi Daerah

Tekno

Pertamina Sumbagut Bersama BPH Migas Cek Penyaluran BBM Subsidi di Sumbar

Tekno

Pertamina Sumbagut Apresiasi Polda Sumbar Ungkap Kasus LPG Oplosan

Tekno

Pertamina Sumbagut Pastikan Stok BBM Aman, Penyaluran di Medan Berjalan Normal