Panglima TNI: Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Kita Bangun Pemuda yang Pintar

Herman - Sabtu, 24 Februari 2018 15:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022018/7326_Panglima-TNI--Hadapi-Dampak-Negatif-Digitalisasi--Kita-Bangun-Pemuda-yang-Pintar.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Menghadapi ancaman dampak negatif digitalisasi yang nyata saat ini, bangsa Indonesia harus membangun pemuda-pemuda yang mampu merubah dirinya menjadi pemuda yang pintar dan mampu menghadapi ancaman global.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP pada acara Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat Malang Raya, bertempat di Auditorium KH. Masjkur Yayasan Sabilillah Malang, Jawa Timur, Jumat malam (23/02/2018).

 

Panglima TNI menyampaikan bahwa kemajuan pesat yang tak terduga di berbagai bidang khususnya bidang digital, computing power, dan analisa data selalu memiliki paradoks yang membuka peluang ancaman. “Beberapa diantaranya yang paling signifikan adalah ancaman siber atau cyber threats, ancaman biologi atau bio-threats dan ancaman kesenjangan atau inequality threats,” ungkapnya.

 

“Bayangkan dengan teknologi digital siber, permasalahan kecil saja bisa dipelintir dan dimasukan ke media Facebook dan Twitter.  Masalah kecil dibesar-besarkan, akhirnya masyarakat menjadi resah,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

 

Lebih lanjut Panglima TNI  mengatakan bahwa  melalui teknologi digital     dengan memanfaatkan profiling data dan data analisis,  para aktor non state selalu memonitor pemuda-pemuda yang sering buka internet. Kemudian para pemuda tersebut 'dibina' menjadi apa yang sekarang kita kenal dengan Lone Wolf atau serigala tunggal.

 

“Saya sangat mendukung pemikiran Yayasan Sabilillah ini, untuk menjadikan Masjid Sabilillah bukan hanya sebagai tempat ibadah tetapi Masjid Sabilillah juga sebagai tempat peradaban. Bagaimana membangun bangsa menjadi bangsa yang unggul, bangsa yang benar-benar mampu menghadapi tantangan global,” ujar Panglima TNI.

 

Selain ancaman siber dan biologi, ancaman kesenjangan ekonomi atau inequality threats saat ini merupakan ancaman yang berdampak signifikan.  Menurut Panglima TNI, ancaman penguasaan ekonomi oleh sekelompok orang akan menghasilkan keberlimpahan  namun tetap merupakan krisis bagi pihak yang tidak memilikinya.  Hal ini berpotensi menciptakan fenomena kesenjangan yang semakin lebar di masyarakat.

 

“Semakin besar kesenjangan ekonomi maka akan semakin banyak tumbuh bentuk-bentuk ekstrimisme, radikalisme dan populisme yang pada akhirnya berusaha mendeligitimasi otoritas pemerintah yang sah,” ungkap Panglima TNI.

 

Panglima TNI menjelaskan untuk mengantisipasi terhadap berbagai spektrum tantangan tersebut aparat keamanan tidak bisa berjalan sendiri, perlu kebersamaan dengan komponen-komponen bangsa lainnya.  “Adanya sinergi yang erat antara TNI dan rakyat tersebut dapat memperkuat ketahanan nasional, sehingga menciptakan stabilitas yang diperlukan dalam melaksanakan pembangunan nasional,” tutupnya.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Tekno

CitraLand Tunjukkan Kepedulian Pendidikan Anak Bangsa, Bupati Deliserdang Targetkan 2028 Tak Ada Lagi Sekolah Sore

Tekno

SSB Tunas Muda U-9 Raih Juara III

Tekno

Pameran Foto Bencana Prahara Pulau Emas Jadi Ruang Diskusi Mitigasi Bencana

Tekno

Hasto Kristiyanto Akan Hadiri Peletakan Batu Pertama Kantor DPC PDIP Samosir

Tekno

Koordinasi Tim Task Force KADIN Sumut Implementasi Permenkum Nomor 49 Tahun 2025

Tekno

Pendaftaran Ditutup, Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Mulai Seleksi 13 Agustus