Ada Yang Baru dari Twitter, Kini Pengguna Bisa Gunakan Percobaan 280 Karakter

- Rabu, 27 September 2017 16:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092017/9091_Ada-Yang-Baru-dari-Twitter--Kini-Pengguna-Bisa-Gunakan-Percobaan-280-Karakter.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com—Twitter adalah sosial media yang identik dengan 140 karakter. Hal ini membuat pengguna tidak semua mudah mengekspresikan diri mereka dalam sebuah Tweet dengan batasan karakter. Hari ini, Rabu (27/09/2017) Twitter mengumumkan percobaan baru untuk memberikan batas karakter yang lebih panjang dari sebelumnya, menjadi 280 karakter. Info lebih lanjut dapat dibaca di blog Twitter Indonesia.Product Manager Twitter, Aliza Rosen menyebutkan, “Kami ingin setiap orang di seluruh dunia dapat mengekspresikan diri mereka dengan mudah di Twitter. Oleh karena itu, kami melakukan sebuah percobaan baru: memberikan batas karakter lebih panjang (280 karakter) pada bahasa yang dipengaruhi oleh adanya batas karakter sebelumnya, yang mana dialami oleh semua bahasa; kecuali bahasa Jepang, Cina, dan Korea).” ujarnya melalui siaran pers, Rabu (27/09/2017).Yang menarik adalah, lanjut Aliza, bahwa ini bukan masalah di semua bahasa. "Misalnya, ketika pengguna menciptakan Tweet dalam bahasa Inggris, mereka akan dengan cepat mendekati batas 140 karakter dan harus mengedit Tweet mereka agar sesuai dengan batas tersebut. Terkadang pengguna juga harus menghapus sebuah kata yang memiliki makna penting, atau pada akhirnya tidak mempublikasikan Tweet mereka sama sekali. Tapi saat ada pengguna menulis Tweet dalam bahasa Jepang, ia tidak memiliki masalah yang sama. Saat pengguna tersebut selesai menulis Tweet-nya, ia masih memiliki ruang untuk menuliskan beberapa kata atau kalimat lagi. Ini karena dalam bahasa seperti Jepang, Korea, dan China; pengguna dapat menyampaikan dua kali lipat jumlah informasi dalam satu karakter seperti yang bisa dalam banyak bahasa lainnya; seperti bahasa Inggris, Spanyol, Portugis, atau Prancis," paparnya.Meskipun percobaan ini hanya tersedia untuk sebagian kecil pengguna secara global, Twitter ingin transparan tentang alasan di balik percobaan ini. Berikut adalah beberapa temuan penelitian Twitter: hanya 0,4% Tweet yang dikirim dalam bahasa Jepang memiliki 140 karakter. Tapi dalam bahasa Inggris, ada 9% Tweet yang menggunakan 140 karakter. Sebagian besar Tweet dalam bahasa Jepang hanya menggunakan 15 karakter, sementara kebanyakan Tweet dalam bahasa Inggris memiliki 34 karakter.Batas karakter adalah penyebab utama orang-orang sedikit frustasi saat akan Tweet dalam bahasa Inggris. Namun demikian, hal ini tidak terjadi pada orang-orang yang menggunakan bahasa Jepang dalam Tweet mereka. Di semua negara, ketika orang tidak perlu terbatas dengan 140 karakter dan benar-benar memiliki cadangan karakter untuk mencuitkan pemikiran mereka, ada lebih banyak orang berbagi di Twitter.“Twitter identik dengan sifatnya yang ringkas (brevity). Itulah yang menjadikan platorm ini tempat terbaik untuk melihat apa yang sedang terjadi. Dengan sebuah Tweet, pengguna dapat mengetahui informasi atau berbagai pemikiran penting secara langsung dari sumbernya. Ini adalah sesuatu yang tidak akan pernah kami ubah,” tutup Aliza Rozen. (Rel)


Tag:

Berita Terkait

Tekno

Goodby Gangguan Seismik! Teknologi Baru Pengolahan Data dengan Kualitas Terbaik

Tekno

Pemprov Sumut Dorong Pemanfaatan Teknologi Daur Ulang Sampah

Tekno

Menkomdigi Akan Keluarkan Aturan Pemerintah soal Batas Usia Akses Medsos

Tekno

Kapusjianstralitbang TNI Buka Lomba Karya Cipta Teknologi Tahun 2024

Tekno

Manfaatkan Google Sebagai LMS Mandiri, Tim Dosen UMN Al Washliyah Gelar Workshop untuk Guru SD Tumpatan Nibung

Tekno

Polda Sumut dan BRIN Kerjasama Tanam Alat Pendeteksi Ladang Ganja