Beritasumut.com-Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH tertarik dengan teknologi pembangkit listrik ramah lingkungan berbasis air diterapkan di Provinsi Sumut. Hal ini dikatakan Wagubsu saat menerima pengembang teknologi asal Denmark Mr Henrik Pryter, DR konsultan yang juga pengajar Universitas Utara Malaysia Zulkefli Mahpol, investor lokal Prof Johar Arifin dan Wahidin Sitompul di ruang kerjanya Selasa (11/07/2017). Di hadapan Wagubsu, Henrik memaparkan teknologi yang akan diterapkan merupakan teknologi baru energi alternatif yang mengkombinasikan energi matahari, angin, panas dan air dalam satu unit.“Teknologi pembangkit listrik alternatif seperti ini sangat butuhkan masyarakat, terutama yang berada di pulau kawasan terpencil atau pulau terluar,” ujar Wagubsu setelah mendengarkan paparan. Terlebih lagi, teknologi pembangkit listrik yang ditawarkan ramah lingkungan dan lebih murah pula.Dia juga mengungkapkan harapannya agar ke depannya pembangunan bisa dilaksanakan di kawasan terpencil yang masih mengalami krisis energi listrik seperti di pedesaan terpencil maupun di Kepulauan Nias. Dalam kesempatan itu, Wahidin Sitompul menjelaskan bahwa pihaknya bersama penemu Denmark Henrik Pryter berencana membangun pembangkit listrik teknologi alternatif yang ramah lingkungan dan lebih murah dan berkelanjutan. Untuk tahap awal kami akan berencana membangunnya di Stabat, Langkat dan Kawasan Industri Medan dengan kapasitas masing-masing 10MW. Dijelaskannya, pembangunan pembangkit membutuhkan lahan yang luas.Dikatakannya, teknologi tersebut lebih baik dari solar cell dimana setiap 0,8 ha lahan dapat menghasilkan 10 MW listrik. “Ini cocok untuk menggantikan solar cell yang mahal dan tidak bertahan lama,” katanya. Wahidin menambahkan pihaknya dalam upaya memohon dukungan Pemerintah Provinsi dan Pemkab terkait untuk mengeluarkan izin prinsip dan izin lokasi. “Kami berharap ada dukungan dari Pemprovsu dan Pemkab/Pemko terkait,” katanya. Menjawab tersebut, Nurhajizah mengatakan pihaknya sangat menyambut baik rencana investasi dimaksud. Dia menawarkan pertemuan lanjutan untuk membahas percepatannya dengan mengundang pihak terkait seperti Pemkab/pemko, PLN dan lainnya. “Kami akan segera follow up dengan mengundang pihak-pihak terkait agar bisa segera direalisasikan,” pungkas Wagubsu. (BS03)