Beritasumut.com-Mahasiswa FMIPA UGM mengembangkan bisnis dalam bidang aeronutika. Usaha yang dirintis sejumlah mahasiswa Fakultas MIPA ini bergerak dalam pembuatan dan jasa pelatihan pengoperasian pesawat tanpa awak atau yang dikenal dengan drone. Ikhsan Tanoto Mulyo, tim pengembang jasa pelatihan drone 'The Doctor Drone; menyampaikan pengembangan bisnis ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung kemandirian dan kedaulatan kedirgantaraan Indonesia melalui pembuatan drone dalam negeri. Pasalnya, hingga saat ini sebagian besar drone yang digunakan masyarakat Indonesia dipenuhi dengan produk impor. “Kebanyakan drone yang dipakai pengguna Indonesia merupakan produk impor. Oleh sebab itu kami mengambil peran untuk membantu dalam manufaktur drone,” ujar Ikhsan dilansir dari laman resmi dilansir dari laman resmi ristekdikti.go.id, Rabu (05/07/2017). Ikhsan bersama dengan keempat rekannya yaitu Deva Agus P, Rizky Agung, Muhammad Fadhlullah, dan Selvi Faristasari tidak hanya bergerak dalam bidang usaha pembuatan drone lokal. Namun begitu, mereka juga menyediakan jasa pelatihan foto udara dan pembuatan drone. Saat ini mereka memproduksi drone jenis quadcopter dalam dua tipe yaitu drone basic dan drone pro yang dibanderol dengan harga antara Rp 6 juta hingga Rp 10 juta. Drone basic memiliki spesifikasi X330 alumunium, motor RC, timer 750kv, ESC 30 A hobbywing, FC naza lite, proppeler 4 cw ccw, dan remote 6ch. Sedangkan drone pro memiliki spesifikasi Rc timer 750kv, frame 450, propeller 1050, Fc naza dan GPS, ESC 30A hobbywing, camera action 1080, video sender TX/RX, serta remote jangkauan luas.“Saat ini kami juga tengah mengembangkan drone jenis fixed wing,” tambahnya. Ikhsan menyampaikan produk yang dikembangkan memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan produk sejenis dipasaran. Drone yang diproduksi mudah digunakan dan dari segi pelayanannya Doctor Drone memiliki gagasan “One Stop Service”. “One Stop Service” ini adalah pemberian garansi dan perawatan selamanya.“Kami berusaha terus berinovasi dan mengembangkan konsep drone dengan tingkat energi yang lebih tahan lama (solar cell multicopter),” pungkasnya. (BS02)