Beritasumut.com-PT Schneider Electric merupakan perusahaan global spesialis di bidang manajemen energi dan automasi. Ekspansi pabrik Schneider Electric ke Cikarang, merupakan upaya PT Schneider Electric Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan global untuk perangkat LV dan MV yang berkualitas. "Karena itu, pabrik Schneider Electric Cikarang merupakan pabrik “Engineer to Order”, yang artinya melibatkan proses manufaktur yang berpatokan pada kebutuhan spesifik setiap konsumen. Seluruh komponennya didesain, direkayasa dan dibangun sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh pihak pemesan," ujar Country President Schneider Electric Indonesia, Xavier Denoly melalui siaran persnya, Rabu (08/03/2017). Pabrik ini, sambung Xavier, menawarkan proses yang solid dan terpadu dalam “satu atap”, dari mulai inspeksi dan penyimpanan material, perakitan secara mekanik, pemasangan komponen dan kabel, pengecekan kualitas, pengetesan produk, pelaksanaan Factory Acceptance Test, hingga ke pengemasan dan pengiriman barang. Untuk terus mempertahankan dan meningkatkan pelayanan, seluruh proses tendering, engineering dan project management di Schneider Electric Cikarang dibantu dengan menggunakan perangkat lunak khusus untuk memastikan proses yang lebih cepat, akurat, dan terukur serta menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. Sebagai pabrik ‘Engineer to Order’ untuk perangkat LV dan MV terbesar di Asia, selain melayani kebutuhan lokal, pabrik ini juga mengekspor produknya ke Vietnam, Korea, Thailand, Malaysia, Australia, Afrika Selatan, Singapura, Uni Emirat Arab, Filipina, dan Kamboja untuk memenuhi kebutuhan dari segmen utilities, bangunan, pembangkit listrik, minyak & gas, industrial (pertambangan, mineral dan metal), hingga bandara. Bagi Perusahaan, peranan pabrik Schneider Electric Cikarang tidak hanya sebagai upaya peningkatan bisnis, namun juga sebuah cara untuk meningkatkan persentase Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam menyediakan peralatan elektrikal yang di produksi di Indonesia yang mampu membantu Pemerintah dalam melancarkan proyek elektrifikasi 35.000 MW. Menurut Xavier, pabrik ini mempekerjakan 100% tenaga kerja lokal dan bekerjasama dengan 56% pemasok lokal. Selain itu, Schneider Electric Cikarang juga mampu memproduksi perangkat LV dan MV dengan kandungan lokal yang cukup signifikan yakni hingga 38%. “Pada akhirnya, kami berharap pabrik ini dapat memberikan pengalaman baru dan lebih baik, baik itu untuk karyawan, mitra kerja, dan tentunya konsumen kami. Kami percaya pabrik ini akan membuka babak baru bagi perjalanan sukses kami selama lebih dari 40 tahun di Indonesia,” tutup Xavier. (Rel)