Beritasumut.com-Kemajuan suatu bangsa terletak dari kemajuan industri dirgantaranya. Indonesia merupakan negara dengan jumlah pulau yang banyak dan tersebar. Untuk menghubungkan masyarakat diberbagai daerah tersebut, maka dari itu dibutuhkan moda transportasi yang memadai dan terjangkau. Salah satu transportasi udara yang saat ini tengah dikembangkan putra-putri anak bangsa adalah pesawat udara N219 yang saat ini sudah memasuki tahap akhir pengembangan. Pesawat N219 merupakan pesawat dengan kapasitas 19 penumpang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi Civil Aviation Safery Regulation (CASR) Part 23. Ide dan desain dari pesawat dikembangkan oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dengan pengembangan program dilakukan oleh PT DI dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Pesawat N219 telah melakukan berbagai pengujian, misalnya electrical grounding bonding test, leak test dan cleaning test di fuel tank, untuk memastikan tidak adanya kebocoran, selain itu telah dilakukan pengujian landing gear drop test dan electrical power test.Pesawat N219 prototype pertama saat ini masih dalam proses yang disebut basic airframe dan basic system instalation. Kemudian setelah itu akan melakukan berbagai macam uji fungsi (functional test) untuk memastikan setiap komponen berfungsi dengan baik. Lalu kini sedang dilakukan pula wing static test untuk prototype pertama pesawat N219.Terbang perdana pesawat N219 rencananya akan dilakukan paling lambat pada pertengahan tahun ini. Keberhasilan terbang perdana N219 sangat penting artinya bagi PT DI dan bagi Industri Dirgantara Indonesia. Karena merupakan pembuktian bahwa bangsa Indonesia mampu melakukan rancang bangun pesawat yang murni 100 persen hasil rekayasa anak bangsa. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengungkapkan apresiasinya kepada segenap personil PT DI yang sejauh ini telah bersusah payah mengembangkan pesawat tersebut. “Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para jajaran PT DI yang sudah bekerja keras mewujudkan pesawat hasil karya anak bangsa, begitupun dengan sertifikasinya. Mudah mudahan schedule yang telah direncanakan bersama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), LAPAN, Kementerian Perindustrian dan pihak lainnya bisa berjalan dengan baik,” ujarnya dilansir dari laman resmi dikti.go.id, Minggu (04/03/2017). Nasir menjelaskan pulau-pulau di Indonesia jika dijangkau dengan darat akan memakan biaya yang mahal. Melalui jalur laut pun harus tersedia kapal dalam jumlah yang banyak. Itupun dari segi waktu tidak bisa cepat.“Maka dengan pesawat bisa memendekkan waktu antar kota dan antar pulau,” pungkasnya. (BS02)