Dua Badak Sedang Asyik Berendam di Google Doodle Hari Ini

- Minggu, 26 Februari 2017 11:55 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022017/4993_Dua-Badak-Sedang-Asyik-Berendam-di-Google-Doodle-Hari-Ini.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Badak bercula satu.
Beritasumut.com-Dua ekor badak bercula satu, yakni dewasa dan anak-anak sedang bersantai menikmati dinginnya air. Itulah yang terlihat di halaman utama Google Doodle Minggu (26/02/2017) hari ini.Ya, Google mempersembahkan gambar tersebut guna memeringati HUT ke-25 Taman Nasional Ujung Kulon.

 

Seperti diketahui, Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon pertama kali diperkenalkan oleh F Junghun pada 1846 silam saat dia sedang mengumpulkan informasi mengenai berbagai tumbuhan tropis. Saat itu, statusnya masih sebagai sebuah kawasan hutan.

 

Dilansir dari berbagai sumber, mulai 1921, Perhimpunan The Netherlands Indies Society for The Proctein of Nature merekomendasikan Semenanjung Ujung Kulon dan Pulau Panaitan sebagai Kawasan Suaka Alam. Penetapan ini dikukuhkan dengan Surat Keputusan (SK) Pemerintah Hindia Belanda Nomor 60, tanggal 16 November 1921.

 

Perkembangan berikutnya, penetapan kawasan perlindungan alam ini diperluas dengan memasukkan perairan laut, Pulau Peucang, Gunung Honje Selatan, dan Gunung Honje Utara sebagai wilayah konservasi. Penetapan Taman Nasional Ujung Kulon ini dilakukan secara bertahap melalui beberapa keputusan pemerintah.

 

Salah satu keputusan tersebut, yakni SK Menteri Kehutanan Nomor: 284/Kpts-II/1992 tanggal 26 Februari 1992, memerintahkan perubahan status kawasan konservasi itu menjadi Taman Nasional. SK ini pula yang mencantumkan luas total kawasan tersebut sejumlah 122.956 hektar, yang terdiri dari kawasan darat 78.619 hektar, dan kawasan perairan 44.337 hektar.

 

SK tahun 1992 itulah yang kemudian dicatat sebagai kelahiran Taman Nasional Ujung Kulon dan menjadi bahan Google Doodle 26 Februari 2017 ini.Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon sendiri terkenal sebagai wilayah pelestarian badak jawa atau badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus).

 

Hewan bertubuh tambun ini memang sudah terancam punah. Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) mengategorikannya dalam tingkat kritis (CR) atau berada di ambang kepunahan, hanya dua tingkat saja sebelum badak bercula satu itu menuju kepunahan total.Pada 2015 silam, diketahui bahwa jumlah badak jawa yang berada di Taman Nasional Ujung Kulon sekitar 60 ekor saja.(BS02)

 


Tag:

Berita Terkait

Tekno

Kembangkan UMKM-Bantu Konservasi Badak, 2 Terminal PET Raih Proper Hijau

Tekno

Peringati HUT ke-110, Sang Maestro Indonesia Muncul di Google Doodle Hari Ini

Tekno

Komodo Unik di Halaman Google Doodle Hari Ini

Tekno

Peringati Ulang Tahun, Google Doodle Tampilkan Pramoedya Ananta Toer Hari ini

Tekno

Tampilan Unik Liburan Akhir Tahun Google Doodle

Tekno

Apresiasi Perintis Pendidikan Kaum Wanita, Google Doodle Tampilkan Dewi Sartika Hari Ini