Beritasumut.com-Penetrasi internet mulai berkembang dengan cepat di pasar negara berkembang Asia seiring dengan banyaknya pengguna smart phone. Fenomena tersebut tampaknya dimanfaatkan oleh banyak kalangan untuk membangun startup berbasis teknologi, al hasil kini keberadaan mereka di sana sangat berkemban pesat. Dan berikut ini adalah beberapa perkembangan perusahaan startup di negara-negara berkembang yang dirangkum oleh portal properti global Lamudi. Indonesia, aplikasi ojek online dengan omset jutaan dolar. Di Indonesia, Go-Jek telah berhasil menjadi startup paling maju. Bisnis antar-jemput penumpang dengan sepeda motor dahulu adalah sebuah bisnis yang tidak berizin, namun Go-Jek berhasil membuatnya menjadi sebuah bisnis resmi. Go-Jek menjadi aplikasi gratis paling populer di iOS pada tahun 2015, setara dengan aplikasi layanan motor Uber. Kedepannya, startup ini nampaknya akan terus berjaya dan mengubah tren transportasi di Indonesia, apalagi dengan adanya pendanaan sebesar USD $550 juta di bulan ini!! Bangladesh, aplikasi pembanding harga pemenang Seedstars. Anda bisa dengan mudah tertipu oleh layanan telepon genggam di Bangladesh, karena negara berkembang ini memiliki lebih dari 250 layanan internet dari 5 provider. Namun, sekarang ada cara untuk menghindari keadaan tersebut. Sebuah aplikasi di Bangladesh bernama Madviser menyediakan solusinya untuk Anda. Aplikasi yang mengkalkulasi berdasarkan kebiasaan penggunaan handphone ini akan memilihkan layanan yang terbaik bagi Anda, sehingga Anda dapat menghemat uang juga waktu. Sebagai pemenang kompetisi Seedstars World tahun lalu, Humake Lab, pengembang aplikasi ini menerima dana sebesar USD $500,000 dan berada semakin di depan dalam hal mengubah kebiasaan masyarakat Bangladesh dalam menentukan layanan data handphone. Filipina, gudang sejuta startup teknologi. Teknologi sangat berkembang di Metro Manila dewasa ini. Startup tampaknya akan mendapatkan banyak investasi asing dari berbagai pihak. Penyedia layanan IT Yondu adalah salah satu yang terbaik di antara semua yang ada. Belakangan ini Yondu juga berada di atas, misalnya menduduki peringkat kedua daftar startup top yang dilansir Forbes Filipina, sehingga Xurpas menginvestasikan PHP 900 juta untuk mengakuisisi 51% saham Yondu. Provider penyedia layanan mobile dan IT content ini berhasil membuktikan bahwa Filipina adalah tempat yang baik untuk perusahaan teknologi dan dunia pun menyaksikan bahwa negara ini adalah salah satu negara pelopor teknologi paling maju. Myanmar, inkubator baru yang melahirkan banyak startup. Phandeeyar Accelerator yang diluncurkan tahun 2016 adalah permulaan baru bagi startup di Myanmar, dengan adanya perusahaan ini maka startup di masa depan akan lebih berjaya. Pengguna internet di Myanmar lebih banyak menggunakan smartphone, oleh sebab itu angka penjualan ponsel pintar di negara ini sangat tinggi. Meskipun masih berupa startup kecil, namun Phandeeyar’s Innovation Lab tampaknya sedang bersiap menjadi yang terbesar di Myanmar. Rocket Internet misalnya, mengoperasikan situs work.com.mm dan laman tersebut telah mengubah cara warga Myanmar dalam mencari pekerjaan. Dalam waktu singkat, mayoritas job seeker akan mencari pekerjaan melalui ponsel. Hal ini benar-benar luar biasa, terutama mengingat bahwa pelanggan selular melonjak dari hanya 1.10% penduduk tahun 2010 menjadi 61.70% di tahun 2015, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh techinasia.com. Sri Lanka, Startup belanja daring menarik perhatian investor. Bukan hanya negaranya yang indah, Sri Lanka juga menjadi satu negara yang dipertimbangkan dalam hal teknologi. Kini, situasi politik di Sri Lanka sudah stabil dan startup seperti Takas sangat menarik perhatian investor. Startup belanja daring ini sudah mendapatkan keuntungan Rs. 80 juta di tahun 2015 juga telah menjadi startup terbaik di Sri Lanka. Perusahaan ini sangat ambisius dan merupakan perusahaan lokal yang mendapatkan investasi dengan cepat meskipun masih merupakan perusahaan kecil. Dengan adanya beberapa startup, Sri Lanka bisa menjadi negara dengan inovator terbesar secara cepat. Pakistan, aplikasi yang berpengaruh terhadap mobile banking. Online banking dan transaksi cashless telah banyak mengubah kebiasaan bangsa Barat. Sedangkan Pakistan, adalah sebuah negara yang masih menggunakan uang tunai pada setiap transaksi ekonomi. Meskipun demikian, dengan solusi perbankan online, aplikasi Innov8 menjadi sebuah gebrakan di dunia jasa keuangan mobile. Mendapat suntikan dana sebesar USD $5.4 Juta di tahun 2015, startup yang tumbuh di Lahore ini terus berkembang dan mentransformasi pasar jasa keuangan mobile Asia.((Rel)