Hakteknas 2016

Seskab: Kuncinya Mau Berubah dan Tinggalkan Zona Nyaman

Redaksi - Rabu, 10 Agustus 2016 14:16 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082016/5396_.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Seskab Pramono Agung.

Beritasumut.com-Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, kunci perubahan ke depan adalah teknologi, dan teknologi itu bagian dari sebuah proses inovasi.Maka orang yang memenangkan pertarungan ke depan, menurut Seskab, adalah orang yang memenangkan teknologi itu sendiri. Dengan teknologi inilah maka kunci perubahan di depan itu bisa terjadi.“Maka dengan demikian saya meyakini bahwa kalau bangsa ini mau berubah melakukan inovasi, maka yang harus dilakukan adalah meninggalkan comfort zone atau rasa nyaman pada dirinya, dan melakukan perubahan pada teknologi sebagai alat untuk kunci ke depan menjadi lebih baik,” kata Pramono menanggapi peringatan Hari Kebangkitan Teknologi (Hakteknas), Rabu (10/08/2016).Mengenai inovasi yang dilakukan pemerintah, Seskab menjelaskan, yang paling mendasar sebenarnya adalah pemerintahan ini dapat keluar dari comfort zone-nya, melakukan reformasi di bidang kebijakan.Ia menyebutkan, terbitnya 12 Paket Kebijakan di bidang ekonomi juga bagian dari inovasi. Kemudian juga Presiden melakukan terobosan dengan melakukan pertemuan dengan pejabat pemerintahan sampai dengan eselon III, yang selama ini belum pernah ada.“Jadi Presiden ini keluar dari rasa nyamannya, pemerintahan ini, untuk melakukan perubahan. Sebab kalau kita  biasa-biasa saja tidak ada perubahan maka ya.. bangsa ini tidak akan menjadi bangsa keluar dari medium track income. Jadi kita akan menjadi bangsa menengah terus. Padahal kita sudah waktunya untuk keluar menjadi bangsa yang lebih tinggi lagi kelasnya, karena kita sudah menjadi anggota G20,” terang Pramono.Dengan perubahan itu, diakui Seskab, yang paling utama adalah mau mengubah diri, dan itu harus dimulai dari pemimpinnya. Pemimpin sampai dengan bawah mau mengubah diri. Apa yang harus diubah? Menurut Seskab, kebisaan–kebiasaan yang membuat kita nyaman tetapi tidak produktif, itu harus diubah. “Menjadi oke kita, dibuat menjadi lebih nyaman boleh, tetapi harus produktif. Sebab pertarungan ke depan itu adalah pertarungan produktivitas, sesuatu hal yang baru,” ujarnya, seperti dilansir setkab.go.id.Seskab menunjuk contoh perubahan pada teknologi misalnya, lima tahun, sepuluh tahun yang lalu kita melihat Nokia sebagai branding  yang leader. Hari ini blackberry pun sudah berubah, sekarang ini sudah Iphone. Iphone mungkin dua tahun lagi akan berubah.“Kuncinya apa? Teknologi yang berubah. Sehingga dengan demikian bangsa ini juga begitu, maka comfort zone-nya atau rasa nyamannya itu juga oke, tetap dijaga, tetapi bangsa ini harus melakukan perubahan ke depan. Kalau tidak kita akan tertinggal,” pungkas Pramono.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Tekno

Goodby Gangguan Seismik! Teknologi Baru Pengolahan Data dengan Kualitas Terbaik

Tekno

Pemprov Sumut Dorong Pemanfaatan Teknologi Daur Ulang Sampah

Tekno

Kapusjianstralitbang TNI Buka Lomba Karya Cipta Teknologi Tahun 2024

Tekno

Manfaatkan Google Sebagai LMS Mandiri, Tim Dosen UMN Al Washliyah Gelar Workshop untuk Guru SD Tumpatan Nibung

Tekno

Polda Sumut dan BRIN Kerjasama Tanam Alat Pendeteksi Ladang Ganja

Tekno

Manfaatkan Teknologi, Ladang Ganja Seluas 5 Hektare Ditemukan di Pegunungan Tor Sihite