Beritasumut.com-Tingginya penggunaan media sosial (medsos) saat ini akan sangat berbahaya jika tidak dibarengi dengan sikap kritis.Psikolog Irna Minauli mengungkapkan, bahwasanya masyarakat harus bisa lebih bijak dalam menggunakan medsos dalam aktifitas kesehariannya di dunia maya. "Para pengguna medsos saat ini sangat besar, namun justru cenderung tidak kritis dalam bersikap. Sehingga dengan mudah terprovokasi atas suatu postingan berita yang sifatnya diskriminatif," ujar Irna, Jumat (05/08/2016). Sebagaimana yang diketahui, baru-baru ini kerusuhan terjadi di Tanjung Balai. Kerusuhan tersebut dipicu dari postingan di medsos, sehingga menimbulkan kemarahan dan reaksi dari masyarakat di sana. Lebih lanjut Irna menyebutkan, akibat suatu postingan di medsos memang dapat menimbulkan reaksi di otak. Hal itu ujar Irna, apabila postingannya buruk, maka akan menimbulkan rasa sakit, sama dengan kesakitan pada fisik yang dapat memunculkan rasa marah dan sikap emosi."Ketika cerita SARA maka akan lebih sensitif. Karena efeknya, akan ada in group dan out grup (dikotomi). Ini berbahaya karena akan ada penilaian 'saya benar dan anda salah'," jelasnya. Lebih lanjut Irna menerangkan, berdasarkan penelitian, 80% masyarakat juga justru berbicara dalam medsos dalam satu hari. Sementara di dunia nyata lebih sedikit hanya 30% hingga 40% saja."Hal ini karena, di medsos dalam berbicara tidak perlu pertimbangan karena lebih bersifat bebas nilai. Berbeda dengan di dunia nyata, yang harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu," sebutnya. Untuk itu, tambah Irna, dalam menggunakan medsos, para pengguna jangan sampai mudah terprovokasi apa pun bentuknya khususnya hal yang bersifat diskriminatif. Apalagi, belakangan, medsos cenderung mulai difungsikan sebagai alat propaganda."Intinya harus mampu bersikap bijak, karena dapat menimbulkan dampak yang berbahaya," pungkasnya.(BS03)