Kampanye Terakhir, Eramas Gelar Doa Bersama di Hotel Santika

- Minggu, 24 Juni 2018 09:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir062018/5210_Kampanye-Terakhir--Eramas-Gelar-Doa-Bersama-di-Hotel-Santika-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Pasangan Cagub-Cawagub Sumut menghelat kampanye terakhirnya, Sabtu (23/6/2018) kemarin. Pasangan nomor urut 1 Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) melakukan doa bersama untuk Sumut Bermartabat di Santika Hotel, Medan. 

 

Hadir dalam acara itu, Akbar Tandjung, Tifatul Sembiring, Abdul Wahab Dalimunthe, Mantan Walikota Kota Medan Abdillah, pimpinan Parpol di antaranya, Ketua DPD Gerindra Sumut Gus Irawan Pasaribu, Sekretaris Golkar Sumut Irham Buana, Sekretaris NasDem Sumut Iskandar ST, Ketua PAN Sumut Yahdi Khoir Harahap, Plt Ketua Demokrat Sumut Herry Zulkarnain, Sekretaris Hanura Sumut Edison Sianturi, PBB, Perindo. Selain juga hadir tokoh agama Islam, Katolik, Protestan, Konghucu, Tionghoa dan Budha serta Hindu.

 

Pemuka Agama Budha, Pandito Rudi Hardjon mengatakan bahwa langkah Eramas memilih menggelar Doa Bersama untuk Sumut Bermartabat ketimbang kampanye akbar di lapangan terbuka merupakan terobosan yang patut diapresiasi."Ini satu kebanggaan dan kebahagian kita bisa berdoa bersama tokoh Lintas Agama pada hari. Kita harapkan Eramas pemimpin yang bisa mempersatukan semua suku, agama dan Ras. Duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Semoga apa yang kita cita-citakan bersama pada pada 27 Juni nanti Eramas menang," ujarnya. 

 

Sementara itu, Edy mengaku dirinya yang meminta kepada tim kampanye Eramas agar kampanye akbar yang sejatinya digelar di Lapangan Merdeka dengan menghadirkan sejumlah artis dan mobilisasi massa dirubah menjadi doa bersama untuk Sumut Bermartabat."Saya minta maaf, saya yang meminta agar gaya kampanye itu dirubah menjadi doa bersama di tempat ini. Saya berpikir dari pada kita hura-hura, dan juga kondisi cuaca yang ekstrim ini kasihan masyarakat berpanas-panasan ataupun kehujanan. Saya pikir tempat ini nyaman dan kita bisa berdoa dengan nyaman," ujar Edy. 

 

Edy juga menyampaikan kalau dirinya sangat sensitif terhadap adanya upaya mengganggu keharmonisan Sumatera Utara."Pertemuan ini akan kita lanjutkan lain waktu. Insha Allah 9 Oktober 2018 kita potong tumpeng kemenangan sebagai bentuk rasa syukur," kata Edy diamini hadirin.

 

Acara diakhiri doa yang dibawakan masing-masing tokoh agama Islam diwakili Ustad Zulfikar Hazar, Katolik oleh Pastur Johanes Budyman, Protestan Pdt Budi Sitepu, Budha oleh Pandito Hardjon, Hindu oleh Selwa Kumar, dan  Konghucu oleh Js Tevi Tandijono.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Sumut Memilih

Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat

Sumut Memilih

Lantik Bupati dan Wakil Bupati Madina, Gubernur Sumut Ingatkan Kesejahteraan Rakyat Sebagai Landasan Bekerja

Sumut Memilih

Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan Bersama Stakeholder Pada Pilkada Tahun 2024

Sumut Memilih

Sertijab Bupati Asahan, Wagub Sumut Ajak Selaraskan Pembangunan Pemkab dan Pemprov

Sumut Memilih

Ada Calon Kepala Daerah Didiskualifikasi MK, Ini Pembelaan Diri KPU di DPR

Sumut Memilih

MK Putuskan Pilkada Pasaman Diulang, Cawabup Eks Napi Didiskualifikasi