Beritasumut.com-Kelompok Kerja Kehumasan Sumatera Utara (Pokja Humas Sumut) membentuk Tim Relawan Monitoring Pilgubsu sebagai langkah membantu pihak penyelenggara Pilkada dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindak kecurangan dan penyimpangan dalam pelaksanaan pemilihan Gubernur Sumut tanggal 27 Juni 2018 mendatang. Tim Relawan Monitoring juga akan bersinerji dengan pihak keamanan dalam melaporkan adanya penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian di media sosial. Komposisi Tim Relawan Monitoring Pilgubsu disahkan oleh Ketua Pokja Humas Sumut, Supriadi SE MM MSi usai digelarnya acara buka puasa bersama seluruh fungsionaris Pokja Humas Sumut di kafe D’Waroeng Komplek Perumahan Cemara Asri, Minggu (03/06/2018). Menurut Supriadi, Tim yang digagas oleh para pendiri dan penasehat Pokja Humas Sumut ini tidak hanya bergerak dalam upaya pencegahan tindak kecurangan khususnya yang mengarah pada prilaku money politik tapi juga ikut melakukan upaya hukum berdasarkan petunjuk dan arahan dari Tim Advokasi Eramas. “Kemungkinan adanya money politik menjelang Pilgubsu tanggal 27 Juni bisa saja terjadi dan kami akan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktip dalam mencegah prilaku curang pihak pihak yang ingin mengambil keuntungan pribadi," seru Supriadi. senada, penasehat Pokja Humas Sumut, Suarto Wijaya dan Mulianto atau yang akrab disapa Acong juga berpendapat bahwa tindakan money politik harus dicegah karena akan mencederai demokrasi saat pelaksanaan Pilgubsu nantinya. “Meskipun saat ini tingkat kepercayaan masyarakat Sumatera Utara untuk mendukung dan memenangkan paslon bernomor urut satu, H. Edi Rahmayadi dan H. Musa Rajekshah semakin menguat namun kewaspadaan harus tetap terjaga karena akan ada orang orang yang panik dan nekad untuk berbuat curang," ujarnya. Selain mencegah tindak kecurangan, Abdul Salim selaku Bendahara Pokja Humas Sumut juga menjabarkan tugas lain dari Tim relawan monitoring Pilgubsu, yakni bersinerji dengan pihak penyelenggara Pilkada di Sumut dan Aparat keamanan dalam melaporkan para pelaku yang menyebar berita fitnah dan ujaran kebencian kepada pasangan Eramasa. “Kami sudah mengumpulkan data para pelaku penyebar fitnah dan kebohongan yang kami dapat dari berbagai media sosial. Untuk tindak lanjutnya tim relawan monitoring Pilgubsu bentukan Pokja Humas Sumut akan berkoordinasi dengan Tim Advokasi Eramas," jelas Abdul Salim. Nama0nama yang disampaikan oleh Mirza Syahputra SE selaku sekretaris Pokja Humas Sumut untuk komposisi Tim Relawan Monitoring Pilgubsu, adalah Firdaus Nasution SH dan M Noer SH sebagai ketua dan wakil ketua, Dewa Lubis SH, Waliyono SSos, Imam Maulana, Toto WS, di posisi Kesekretariatan Novian Harhara, Rahmadani Syahputra, Noviandi, Neetu Raj, Yenni Arliza, Irsan Lubis, Andre F MM SE, Andrian ST, Doni, Andri Bahar SH ditunjuk sebagai anggota monitoring. Selaku Koordinator Pokja Humas Sumut H Idrus Djunaidi SH dan Indra Gunawan SE berharap tim relawan monitoring Pilgubsu bisa melaksanakan tugas dengan baik amanah yang diberikan oleh orgnisasi.(BS03)