Ternyata Nawal Lubis Sempat Tak Setuju Edy Rahmayadi Jadi Cagubsu

Herman - Selasa, 29 Mei 2018 20:28 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir052018/4018_Ternyata-Nawal-Lubis-Sempat-Tak-Setuju-Edy-Rahmayadi-Jadi-Cagubsu.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS03

Beritasumut.com-Dibalik kesuksesan seorang suami tak lepas dari dukungan dan doa seorang istri. Seperti halnya bagi calon Gubernur Sumut (Cagubsu) Nomor urut 1 H Edy Rahmayadi yang sebelumnya meraih pangkat Letnan Jenderal dan menduduki jabatan sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

 

Tentu bukanlah hal mudah bagi Edy Rahmayadi meraih semua pencapaiannya tersebut. Termasuk juga bagi Nawal Lubis yang senantiasa melakoni peran gandanya sebagai istri seorang perwira dan juga ibu bagi anak-anak mereka. 

 

Kesetiaan Nawal Lubis diawalinya sejak Edy Rahmayadi mengucapkan janji setianya sebagai Imam (Suami-red)  setelah Edy Rahmayadi berdinas setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada tahun 1985. Hingga akhirnya pasangan ini dikarunia tiga orang anak Siti Andina R, Siti Andira Ramayana dan Gilang Prasetyo R.

 

Sebagai seorang istri tentu Nawal harus bisa menjaga keseimbangan fitrahnya sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya. Apalagi sebagai istri tentara ia harus setia mendampingi suaminya bertugas. Termasuk juga meredam kekhawatiran hati saat suaminya ditugaskan ke Medan perang atau pun ke daerah konflik.

 

Seperti diketahui saat awal meniti karirnya Edy langsung mengomandani batalyon di jajaran Korps Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat. Ia sudah merasakan menjadi komandan tentara, dari Aceh hingga Papua, mulai Asisten Operasi di Komando Daerah Militer Iskandar Muda hingga Komandan Resor Militer 174 Cendrawasih.

 

Ia juga pernah menjabat Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 100/Prajurit Setia, Kodam I/Bukit Barisan pada tahun 1998. Tahun 2015, ia dipercaya menjadi Panglima Kodam I/BB, menggantikan Mayjen TNI Winston Pardamean Simanjuntak.

 

Belum genap setahun, ia dipercaya menjadi Pangkostrad. Edy dilantik sebagai Pangkostrad, Juli 2015 menggantikan Jenderal TNI Mulyono yang diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

 

Dan di tahun 2018 ini pergulatan batin Nawal Lubis kembali diuji saat suaminya akan maju sebagai calon Gubernur Sumut berpasanan dengan tokoh muda, Musa Rajekshah 'Ijeck'. Tidak hanya dirinya harus menerima kenyataan kalau suaminya harus melepas pangkat dan jabatan sebagai Pangkostrad, Nawal juga harus rela suaminya dua tahun lebih cepat pensiun. Padahal sebagai Jenderal Bintang Tiga,  Edy Rahmayadi memiliki kesempatan besar meraih pangkat Jenderal Bintang Empat.

 

"Awalnya saya dan keluarga menang tak setuju Bapak mencalonkan Gubsu. Karena sayangkan, melihat karir yang sudah diraih Bapak harus dikorbankan. Saya sempat bilang ke Bapak agar dipikir-pikir lagi, "ujar Nawal Lubis saat berbincang santai di kediamannya di Jalan Karya Bakti Medan Johor Minggu (27/05/2018).

 

Lebih lanjut dikatakan, Nawal sebagai istri dirinya juga sangat khawatir kalau suaminya terjun ke dunia politik sebagai kontestan pada Pilgubsu 2018. Karena menurut Nawal dunia politik sangat asing dan bertolak belakang dengan sifat dan karakter sosok pria yang dicintainya itu. 

 

"Bapak ini kan basicnya kan tentara. Ibu khawatir karena dunia politik ini kan baru baginya. Kalau di politik ini orang bilang lebih kejam, karena kita sulit membedakan mana kawan dan mana lawan. Apalagi kalau sudah lihat banyaknya pejabat negara dan kepala daerah yang tersangkut korupsi. Ngeri ibu membayangkannya," terang Nawal lagi. 

 

Namun seiring waktu Nawal pun mengaku kalau ia akhirnya merestui niat sang suaminya maju sebagai Cagubsu. Nawal merasa mantap memberikan dukungan setelah melihat ketulusan suaminya ingin mengabdikan diri di jalan Allah sebagai pemimpin bagi rakyat di Provinsi Sumut yang notabene kampung halaman mereka. 

 

Selain itu, lanjut Nawal, hal yang membesarkan hatinya bahwa dirinya melihat begitu besarnya harapan dan dukungan masyarakat agar suaminya dapat membenahi Provinsi Sumut yang saat ini jauh tertinggal dengan Provinsi lain. Dan dukungan ini tidak hanya datang dari tokoh dan kalangan umat Islam tetapi juga dari tokoh-tokoh lintas agama seperti dari tokoh Nasrani,  Budha dan Hindu. 

 

"Keputusan ini Bapak ambil, dan saya memastikan mendukung sepenuhnya Imam saya tentu lewat berbagai pertimbangan. Termasuk memohon petunjuk kepada Allah saat melaksanakan ibadah haji. Dan Allhamdulillah segalanya berjalan lancar. Dan sebagai istri saya pasti akan mengikuti Imam saya. Apalagi ini untuk kepentingan umat dan masyarakat"pungkasnya.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Sumut Memilih

Pamitan Jelang Purnabakti, Nawal Lubis: Terima Kasih atas Dukungan dan Kerja Sama Selama Ini

Sumut Memilih

Nawal Lubis Dukung Sumut Jadi Proyek Percontohan Pengelolaan Sampah Plastik

Sumut Memilih

Nawal Lubis Dinobatkan sebagai Tokoh Inspiratif Dalihan Na Tolu

Sumut Memilih

Silaturahmi DWP Sumut Nawal Lubis Sampaikan Terima Kasih Atas Kerja Sama Selama Ini

Sumut Memilih

Kukuhkan Pengurus Majelis Taklim, Nawal Lubis Minta Pengurus Syiarkan Kebiasaan Bertabayyun Saat Terima Informasi

Sumut Memilih

Nawal Ajak Ibu-ibu PWM Terlibat Selesaikan Permasalahan Sosial di Lingkungannya