Komitmen Eramas Lepaskan Petani dari Jerat Pengijon

- Senin, 14 Mei 2018 22:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir052018/8995_Komitmen-Eramas-Lepaskan-Petani-dari-Jerat-Pengijon.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Persoalan petani di Sumatera Utara (Sumut) yang berurusan dengan pengijon, menjadi perhatian pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Eramas). Pasangan ini berkomitmen untuk mendukung petani lepas dari jerat itu.

 

Diketahui, Salah satu kendala yang masih dihadapi petani di Sumut adalah masalah permodalan. Terbatasnya akses ke bank atau lembaga pembiayaan lainnya membuat banyak petani menjatuhkan pilihan pada rentenir yang membuat praktek ijon masih marak.Praktek Ijon ini, membuat petani membayar pinjaman modal dengan hasil pertaniannya tentu sangat miris. Karenanya petani akan  ketergantungan dan semakin jauh dari kata sejahtera.

 

"Praktek Ijon ini adalah masalah pertanian kita di Sumut. Hasil pertanian dibeli pemilik uang dengan harga yang sudah ditentukan lebih dulu. Petani harus jual ke pengijon karena sudah meminjam modal atau uang lebih dulu,” kata Ijeck, saat diwawancarai wartawan dalam kampanye di Padang Lawas, Senin (14/5/2018).

 

Eramas kata Ijeck, berupaya agar petani bisa mandiri dalam mengelola sawah dan hasil pertaniannya. Salah satunya dengan menyediakan akses petani kecil ke dunia perbankan secara adil dan berkelanjutan."Persoalan di lapangan, petani kita sulit menembus bank. Maka itu, bank daerah milik Pemprov Sumut harus lebih dimaksimalkan dan diandalkan untuk membantu petani nantinya," kata Ijeck. 

 

Setelah bebas dari pengijon yang kemudian berpraktik seperti rentenir, petani di Sumut diharapkan bisa lebih maksimal dalam mendukung upaya ketahanan pangan di Sumut."Ketersediaan lahan pertanian juga harus dipertahankan. Pupuk dan benih disesuaikan dengan kebutuhan di satu daerah. Di samping itu, lahan yang ada dan dikelola petani juga harus dijaga agar hasilnya optimal dan petaninya turut sejahtera, tanpa riba," kata Ijeck. 

 

Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Sumut, Fadly Abdina, menyambut baik komitmen ERAMAS ini. Isu pertanian tidak hanya semata pengelolaan lahan. Tapi juga pengintegrasian sektor pertanian dari hulu hingga hilir, dari penyediaan benih, bibit dan pupuk yg baik serta terjangkau, penyediaan permodalan, penanganan pasca panen hingga penjaminan pasar yang baik buat para petani. "Program Eramas ini untuk menjaga petani dari jerat pengijon sangat realistis. Karena itu memang terjadi di lapangan," kata Fadly. 

 

Disebutkan Fadly, masyarakat Sumut harus jeli melihat program Calon Gubsu dan Wagubsu untuk memilih pada 27 Juni 2018. "Saya pikir, program kerja Eramas orisinal dan menyentuh ke persoalan di masyarakat Sumut.Bukan duplikasi," katanya.(BS03)


Tag:

Berita Terkait

Sumut Memilih

Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat

Sumut Memilih

Lantik Bupati dan Wakil Bupati Madina, Gubernur Sumut Ingatkan Kesejahteraan Rakyat Sebagai Landasan Bekerja

Sumut Memilih

Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan Bersama Stakeholder Pada Pilkada Tahun 2024

Sumut Memilih

Sertijab Bupati Asahan, Wagub Sumut Ajak Selaraskan Pembangunan Pemkab dan Pemprov

Sumut Memilih

Ada Calon Kepala Daerah Didiskualifikasi MK, Ini Pembelaan Diri KPU di DPR

Sumut Memilih

MK Putuskan Pilkada Pasaman Diulang, Cawabup Eks Napi Didiskualifikasi