Pokja Humas Sumut Ancam Pidanakan Penyebar Kampanye Hitam Terhadap Eramas

- Selasa, 24 April 2018 22:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042018/3658_Pokja-Humas-Sumut-Ancam-Pidanakan-Penyebar-Kampanye-Hitam-Terhadap-Eramas.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Perkumpulan Kelompok Kerja Kehumasan (Pokja Humas) Sumatera Utara meminta pihak penyelenggara Pilkada di Sumut menindak tegas para pelaku Black Campaign atau Kampanye Hitam yang telah menimbulkan keresahan di tengan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan oleh Supriadi SE MM MSi selaku Ketua Pokja Humas Sumut, kepada sejumlah wartawan di Medan, Selasa (24/04/2018).

 

Supriadi yang juga menjabat sebagai PD I Fakultas Ekonomi UISU tersebut mencermati adanya pihak pihak yang sengaja menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Terutama menjelang pelaksanaan Pilgubsu tanggal 27 Juni 2018 yang hanya bersisa waktu dua bulan lagi. Pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut, sebut Supriadi, telah merilis pemberitaan tentang dugaan keterlibatan calon wakil Gubernur Sumut, H Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck, dalam kasus suap APBD Sumut semasa Gubsu dijabat Gatot Pujonugroho. 

 

“Pemberitaan yang dilakukan oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional, menggiring pemirsa untuk menafsirkan bahwa bung Ijeck disangkakan terlibat dalam kasus suap APBD Sumut di era Gatot Pujonugroho adalah bentuk kampanye hitam, yang sengaja didesain untuk menjatuhkan kredibilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap pasangan calon Gubsu dan Wagubsu Eramas,“ ucap Supriadi bersemangat.

 

Dijelaskan juga oleh Supriadi bahwa kehadiran H Musa Rajekshah di Mako Brimob Poldasu, adalah untuk mendampingi ayahnda, H Anif yang ingin memberikan klarifikasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang adanya peminjaman sejumlah dana yang pernah dilakukan oleh Gatot Pujonugroho kepada H Anif guna pembayaran gaji para pegawai Pemprovsu. “Harusnya pihak stasiun televisi tersebut melakukan konfirmasi berita kepada bung Ijeck, bukannya membuat opini yang memancing kemarahan masyarakat pendukung pasangan Cagubsu dan Cawagubsu, H Edi Rahmayadi dan H Musa Rajekshah,“ seru Supriadi.

 

Senada dengan Supriadi, Sekretaris Pokja Humas Sumut Mirza Syahputra SE, Bendahara Abdul Salim, Unsur pengurus Acudan Amd, Firdaus Nasution SH, serta Koordinator Pokja Humas Sumut Idrus Djunaidi, serempak meminta pihak penyelenggara Pilkada di Sumut untuk lebih proaktif dalam menghentikan kampanye hitam yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. “Kita berharap ada upaya hukum yang dijalankan oleh pihak KPUD SU dan Bawaslu Sumut kepada pihak pihak yang telah menimbulkan keresahan. Selama berlangsungnya proses Pilgubsu karena kejadian black campaign terhadap pasangan calon Gubsu dan Wagubsu, bernomor urut satu, bukanlah yang kali pertama,“ urai Mirza dan Salim.

 

Usai pertemuan dengan para wartawan, Koordinator Pokja Humas Sumut, Idrus Djunaidi yang juga menduduki posisi sebagai Penasehat Korda Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Sumatera Utara,  berharap pihak media televisi swasta yang telah melakukan kampanye hitam tersebut segera membuat berita klarifikasi dan menyiarkan bantahan dari H Musa Rajekshah. “Kami dari Pokja Humas Sumut siap membawa persoalan ini ke ranah hukum bila pihak stasiun televisi yang telah mencemarkan nama baik bung Ijeck tidak segera meminta maaf atas penyimpangan pemberitaan yang mereka buat,“ tegas Idrus. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Sumut Memilih

Apresiasi Penetapan Paslon Terpilih Pilkada 2024, Pemprov Sumut Berharap Pembangunan Daerah Semakin Cepat

Sumut Memilih

Quick Qount Pilgub Sumut: Bobby-Surya 62,88 Persen, Edi-Hasan 37,12 Persen

Sumut Memilih

Masa Tenang, Pj Gubernur Sumut Ingatkan Kembali Netralitas ASN dan Jaga Iklim Kondusif

Sumut Memilih

Tim Desk Pilkada Serentak Kemenko Polhukam Monitor Persiapan Pilkada Sumut

Sumut Memilih

Ini Larangan untuk ASN Selama Pilkada

Sumut Memilih

Pj Gubernur Agus Fatoni Pimpin Deklarasi Netralitas ASN se-Sumatera Utara