Viral Kaos dengan Hastag 2018 Gubsu Awak Orang Sumut

- Kamis, 19 April 2018 20:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042018/7956_Viral-Kaos-dengan-Hastag-2018-Gubsu-Awak-Orang-Sumut.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Pasca viral hastag ganti presiden 2019, yang dikemas dalam bentuk kaos, kini di Sumatera Utara muncul kaos dengan corak yang sama. Yang membedakannya adalah tulisan dan momentum yang dibuat pada kaos.

 

Informasi dihimpun, Kamis (19/04/2018), di beberapa jejaring sosial semisal Facebook, banyak orang memposting foto kaos bertuliskan #2018GubsuAwakOrangSumut. Setidaknya, kaos bertagar itu sudah dua pekan ini menghiasi beberapa akun facebook tak lama seiring viralnya hastag 2019 Ganti Presiden.

 

Lantas, bagaimana praktisi melihat fenomena sosial tersebut? "Terlepas ada sisi bisnis, tapi jelas ini kreativitas orang Sumut," ujar Praktisi Sosial dari UIN Sumut, Ahmad Khairuddin, kepada wartawan, Kamis (19/04/2018).

 

Menurutnya, kaos bertagar merupakan bentuk kreativitas yang muncul secara natural. Dan biasanya, sambung Ahmad, kreativitas seperti juga muncul beriringan dengan seutas harapan dari para kreator. "Kreator yang menciptakan kaos bertagar seperti itu biasanya punya harapan. Dalam konteks Pilgubsu, berarti dia berharap agar Gubsu 2018-2023 nanti adalah orang Sumut bukan dari luar Sumut," tegas Ahmad Khairuddin.

 

Harapan itu pula menurutnya, didasari nilai proximity (kedekatan) dan rasa saling memiliki karena sama-sama berasal dari Sumut. "Analoginya adalah rumah kita harus dijaga oleh kitanya sendiri. Gak mungkin kita percayakan kepada orang lain," imbuh Ahmad Khairuddin.

 

Dengan kreativitas pihak di luar tim dan relawan seperti itu, Ahmad Khairuddin menilai pihak-pihak yang diuntungkan dengan kaos berhastag itu harus mengambil momentum. "Jadi gini, karena ini menyinggung soal Pilgubsu, maka otomatis pihak yang diuntungkan adalah pasangan Cagub-Cawagubsu yang memang berasal dari Sumut. Mereka harus mengambil momentum agar tak kehilangan momentum karena kampanye ini efektif," ujar Ahmad Khairuddin.

 

Tapi kata Ahmad Khairuddin, mengambil momentum tidak sama dengan memobilisasi. "Contoh begini, ambil momentum bahwa hastag viral ini disebarluaskan pula melalui medsos. Bukan malah mencetak kaos dengan biaya sendiri lalu dibagikan secara gratis. Kalaupun mau cetak sendiri, ya dijual saja dengan harga yang terjangkau," kata Ahmad Khairuddin.

 

Dengan tidak memobilisasi itu, dirinya  meyakini para pecinta akan membeli kaos tersebut. "Karena pasti punya perasaan yang sama, yakni saling memiliki dan sama-sama punya tanggungjawab, sama-sama menginginkan pemimpin yang berdedikasi dan integritas serta memahami Sumut luar dalam. Yang tidak kalah penting, buka akses seluas-luasnya agar publik yang mau membeli kaos bisa tau informasinya," tukas Ahmad Khairuddin. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Sumut Memilih

Apresiasi Penetapan Paslon Terpilih Pilkada 2024, Pemprov Sumut Berharap Pembangunan Daerah Semakin Cepat

Sumut Memilih

Quick Qount Pilgub Sumut: Bobby-Surya 62,88 Persen, Edi-Hasan 37,12 Persen

Sumut Memilih

Masa Tenang, Pj Gubernur Sumut Ingatkan Kembali Netralitas ASN dan Jaga Iklim Kondusif

Sumut Memilih

Tim Desk Pilkada Serentak Kemenko Polhukam Monitor Persiapan Pilkada Sumut

Sumut Memilih

Ini Larangan untuk ASN Selama Pilkada

Sumut Memilih

Pj Gubernur Agus Fatoni Pimpin Deklarasi Netralitas ASN se-Sumatera Utara