Beritasumut.com-Di sela-sela kunjungannya ke Kabupaten Asahan, Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyempatkan hadir ke salah satu Desa yang masyarakatnya sebahagian besar berprofesi sebagai pengrajin batu bata. Tidak hanya bersilaturahmi, di Desa Sido Mulyo, Kecamatan Pulo Bandring Asahan ini Edy ingin melihat langsung kondisi Desa yang terkenal sebagai sentra pembuatan batu Bata. "Kita doakan Bapak nanti terpilih sebagai Gubernur Sumut. Kami hanya berpesan nantinya dapat mendorong kami pelaku usaha kecil dari segi pemasaran dan pengembangannya sehingga kesejahteraan kami lebih baik dengan kondisi sekarang ini," ujar Ahmad Ladoni, perwakilan pengrajin. Ahmad pun mengatakan kalau warga Desa Sido Molyo khususnya pengrajin dan keluarga pengrajin batu bata siap memenangkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekhsah (Eramas) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018 mendatang. "Ibu-ibu membeli berlian, berlian dipakai di tangan kiri. Walau ada pilihan lain, tetap nomor satu Eramas pilihan kami.Anak itik berlari-lari, lari-lari ke pinggir kali. Kalau bapak terpilih nanti, jangan lupakan kami di sini," ujar Ahmad berpantun dan disambut tepuk tangan meriah masyarakat yang hadir. Dalam kesempatan itu Edy Rahmayadi mengaku sangat mendukung dan siap mendorong pengembangan usaha kecil menengah termasuk di wilayah Desa. Konsep membangun desa untuk menata kota menurut Edy merupakan program yang harus benar-benar diwujudkan lewat sinerjisitas antara pemerintah daerah, pihak swasta maupun pelaku usaha. "Inilah yang disebut membangun desa menata kota. Masyarakat desa harus diberdayakan agar kesejahteraan meningkat. Jadi tidak perlu harus cari kerja ke kota. Cukup membangun desanya,"ujar Edy. Edy pun berharap nantinya para pengrajin batu bata di Desa Sido Mulyo nantinya lebih kreatif dari segi proses produksi maupun pemasarannya. Termasuk juga terkait pengunaan kayu bakar yang dinilai Edy akan mengancam keberadaan hutan. "Kalau di Majelengka sana mereka sudah mengunakan oven untuk membakar keramik atau batubata. Kita kuatir kalau menggunakan kayu terus, takutnya hutan kita malah bisa terancam. Makanya pelaku usaha khususnya usaha kecil menengah kita harus didorong lebih kreatif dan inovatif," ungkap Edy. Namun pembicaraan Edy dan masyarakat sempat terhenti saat sesosok pria hadir dipapah sambil mengunakan tongkat ke lokasi acara. Pembicaraan pun berubah topik ke pria yang akhirnya diketahui seorang Sersan TNI bernama Buyung Nasution. Dengan penuh haru Edy pun menyambut Buyung Nasution yang menurut warga dirinya sengaja hadir ingin menjumpai mantan Pangkostrad yang kaguminya tersebut. "Ini tidak ada kaitannya dengan kampanye. Ini antara anak dan Bapak. Kamu harus kuat. Tetap semangat," ujar Edy sambil menepuk pelan bahu Nasution yang didudukan kursi. Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut Nasution. Hanya gerakan anggukan kepala pelan dan mata yang berkaca-kaca. Akibat penyakit yang dideritanya Nasution memang beberapa tahun ini sulit bicara dan menggerakan organ tubuhnya. "Saya pesan kepada masyarakat, tolong jaga anak saya ini. Kepada istrinya, tolong dirawat dan sabar menghadapi kondisi ini.Karena seorang istri tak akan masuk surga jika tidak mendapat ridho suaminya. Kami sama-sama prajurit, jangan ragukan kecintaan kami untuk negara ini," pungkas Edy.(BS03)