Pengemis Ini Menangis Saat Bertemu Djarot

Herman - Minggu, 25 Maret 2018 20:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032018/6074_Pengemis-Ini-Menangis-Saat-Bertemu-Djarot.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Misli Damanik, seorang pengemis tak kuasa menahan tangis ketika bertemu Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Syaiful Hidayat di Masjid Ubudiyah Aulawiyah PTPN II Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Minggu (25/03/2018).

 

Djarot yang ingin menunaikan sholat Zuhur tersebut mendekati serta menyapa sambil merangkul Masli. "Bapak sudah makan, sudah sholat?," ucap Djarot yang dibalas Masli dengan menganggukkan kepalanya.

 

Masli seakan tak percaya bertemu dengan Calon Gubernur Sumut nomor urut 2 yang berpasangan dengan Calon Wakil Gubernur Sumut Sihar Sitorus tersebut. Sambil sesekali menyeka dan mengusap air mata yang menetes, Masli pun bercerita kisahnya hingga menjadi pengemis.

 

Dia tidak tahu harus mengerjakan apa selain menjadi pengemis. Hal itu terpaksa dia lakukan karena cacat di bagian kakinya. Selain menghidupi anak-anaknya, Misli juga harus memenuhi kebutuhan hidup istrinya yang juga mengalami cacat tubuh.

 

Misli mengungkapkan dari tujuh orang anaknya 2 lagi masih berstatus pelajar. Mereka adalah anak ke enam dan bungsu. “Anak saya dua lagi masih berselolah pak. Saya rela jadi pengemis demi mereka,” kata Misli, warga Sungai Buluh, Desa Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ini.

 

Misli mengungkapkan, anak keenamnya mengenyam pendidikan kelas I SMKN di Perbaungan, jurusan Komputer. Kemudian anak bungsunya sekolah di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Sergai.

 

Dia menyebutkan harus menyiapkan uang sekolah sebesar Rp 165.000 per bulan. “Ini sebentar lagi dia PKL, saya harus menyiapkan dana untuk membeli seragamnya. Saya bingung mencari dana darimana,” kata Misli yang mengaku sudah 8 bulan menjadi pengemis di jalanan.

 

Usai mendengarkan kisah haru Misli, mata Djarot pun berkaca-kaca.Sambil merangkul Misli, Djarot berbisik dengan menjanjikan akan memperhatikan pendidikan anak-anaknya.

 

Djarot menyebutkan telah menyiapkan Kartu Sumut Pintar buat pelajar SMA/SMK, dan Madrasah Aliyah jika terpilih sebagai Gubernur Sumut. Konsep Kartu Sumut Pintar ini ditujukan untuk meng-cover pelajar kurang mampu.

 

“Jadi kartu sumut pintar itu kita tujukan untuk mengcover anak-anak dari keluarga tidak mampu. Ya, seperti anak beliau ini,” tutur Djarot sembari menyemangati Misli yang terus berurai air mata.(BS03)


Tag:

Berita Terkait

Sumut Memilih

Pemprov Sumut Anggarkan Rp2,7 Triliun untuk Jalan Provinsi

Sumut Memilih

Pemerintahan ERAMAS Raih Penghargaan KPPU Award 2021

Sumut Memilih

Pokja Sumut Gelar Diskusi Publik 3 Tahun Kepemimpinan Eramas

Sumut Memilih

Golkar Bertanggungjawab Realisasikan Visi Sumut Bermartabat

Sumut Memilih

KPU Sumut Tetapkan Edy-Ijeck Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih

Sumut Memilih

Spanduk Dukung Capres Bukan Buatan ERAMAS