Kata Guru SMANSA, Kepemimpinan Edy Rahmayadi Sudah Terlihat Sejak SMA

- Minggu, 25 Maret 2018 12:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032018/6280_Kata-Guru-SMANSA--Kepemimpinan-Edy-Rahmayadi-Sudah-Terlihat-Sejak-SMA.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Guru Edy Rahmayadi, K Pandiangan (kanan) dan Habeahan (tengah).
Beritasumut.com-Dukungan dan doa agar Edy Rahmayadi dapat memimpin Provinsi Sumut tidak hanya ditunjukan oleh rekan sesama alumni di SMAN 1 (SMANSA) Medan. Bahkan para guru yang dulu pernah menjadi orangtua kedua bagi Edy dan siswa lainnya di Smansa tanpak hadir pada silaturahmi di Posko Relawan SMANSA Jalan Wahid Hasyim, Medan, Sabtu (24/03/2018).

 

Kepada wartawan, Habeahan pria yang sempat menjadi Wali Kelas Edy Rahmayadi mengaku bangga dengan kesuksesan yang sudah diraih Edy sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Namun hal yang paling membanggakan lagi Edy rela menangalkan pangkat dan jabatannya hanya karena prihatin dengan kondisi Sumut yang martabatnya mulai tergerus. 

 

"Ya tentu saya sangat bangga dengan Edy, apalagi saya pernah jadi Wali kelasnya saat dia kelas 1. Tapi memang sejak SMA sudah terlihat figur seorang pimpin dari Edy. Dia sudah menjadi teladan bagi teman-temannya," ujar Habeahan yang masih terlihat sehat di usia rentanya. 

 

Senada, guru lainnya, K Pandiangan berharap cita-cita dan keinginan Edy menjadi Gubernur Sumut bersama calon wakil Gubernur Musa Rajekshah dapat terwujud."Sebagai orangtua dan guru tentu kita akan mendukung dan mendoakan murid-murid sukses. Apalagi kita tau Edy Rahmayadi memiliki tugas mulia menjadi seorang calon gubernur meskipun harus korbankan jabatan yang dia punya untuk menjadi Sumut Bermartabat. Semoga Tuhan memberkati cita-cita beliau," ujar Pandiangan. 

 

Dalam kesempatan tersebut Pandiangan menceritakan kalau Edy semasa sekolah dikenal aktif menekuni olahraga sepakbola. Edy juga mudah bergaul sehingga disenangi teman-teman di sekolahnya."Dia aktif main bola. Posisinya striker.  Walaupun tubuhnya tidak terlalu tinggi tapi dia punya kecepatannya saat menyerang. Memang gaya kepemimpinan Edy sudah terlihatlah saat SMA," kenang Pandiangan. 

 

Sebelumnya, Edy mengaku bangga dengan dukungan dan doa yang ditunjukan rekan-rekan sesama alumni di SMAN 1 Medan. Apalagi dirinya bisa menyaksikan kehadiran para guru yang berjasa kepada para siswa di SMAN 1 Medan. "Saya senang guru-guru saya yang paling rajin bisa hadir di sini. Karena beliau-beliau inilah kita bisa seperti sekarang ini.Saya juga bangga dengan rekan-rekan alumni SMAN 1 Medan,  rupanya saya tak sendiri di sini," ujar Edy yang merupakan alumni angkatan 1979.

 

Dikatakan Edy, bahwa dukungan dan doa dari rekan-rekan alumni SMAN 1 Medan merupakan modal dan tambahan semangat bagi dirinya untuk mewujudkan Sumut Bermartabat. Sebagai sesama alumni yang terikat dalam ikatan almamater Edy pun menilai bahwa suatu kewajaran jika para alumni SMAN 1 Medan mendukung dirinya pada pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur pada Juni 2018 mendatang. 

 

"Jangan karena ada alumni yang pengurus partai yang berbeda partai yang mengusung saya silaturahmi pun terputus. Di sini tak ada urusan partai-partai. Yang ada di sini Partai Pandiangan. Sesama Gank SMA. Jadi kalau ada alumni SMAN 1 Medan yang tak mendukung saya, perlu dipertanyakan SMAN 1 mana dia sekolah," ungkap Edy sambil tersenyum dan disambut tepuk tangan ratusan para alumni yang hadir. 

 

Dalam kesempatan tersebut, Edy mengatakan kalau dirinya tidak sedang berkampanye melainkan sedang berdiskusi dalam sebuah keluarga yang didalamnya ada abang, adek, kakak dan orangtua.Kembali ditegaskan Edy, bahwa ia terpaksa mengubur impiannya dalam-dalam meraih pangkat tertinggi sebagai Jenderal Bintang Empat hanya karena prihatin dengan kondisi Sumut yang wibawanya semakin hilang. 

 

Sejumlah kasus korupsi yang menyeret Gubernur Sumut dan anggota dewan merupakan salah satu puncak dari merosotnya wibawa Sumut di mata masyarakat Indonesia. Kondisi ini semakin diperburuk lagi dengan tingkat kesejahteraan dan kenyaman hidup masyarakat Sumut yang semakin memprihatinkan. 

 

Sementara itu Ketua Tim Relawan Eramas SMAN 1 Medan Khairul Oyong mengatakan bahwa para alumni siap memberikan dukungan untuk memenangkan Eramas. Sebagai keluarga besar SMAN 1, sudah selayaknya mendukung Edy Rahmayadi. 

 

"Banyak alasan kenapa kita mendukung Bang Edy. Salah satunya beliau merupakan keluarga besar alumni Smansa. Beliau asli putra daerah dan memiliki komitmen yang tinggi akan menjadikan Sumut bermartabat. Ini sudah beliau buktikan dengan beraninya beliau mengorbankan pangkat dan jabatannya. Ini patut kita apresiasi dan sewajarnya sebagai keluarga, alumni smansa mendukung beliau. Moto kita, Satu bersatu untuk Nomor satu, menjadi  Sumut Satu. Eramas," pungkasnya.(BS02)


Tag:

Berita Terkait

Sumut Memilih

Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat

Sumut Memilih

Lantik Bupati dan Wakil Bupati Madina, Gubernur Sumut Ingatkan Kesejahteraan Rakyat Sebagai Landasan Bekerja

Sumut Memilih

Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan Bersama Stakeholder Pada Pilkada Tahun 2024

Sumut Memilih

Sertijab Bupati Asahan, Wagub Sumut Ajak Selaraskan Pembangunan Pemkab dan Pemprov

Sumut Memilih

Ada Calon Kepala Daerah Didiskualifikasi MK, Ini Pembelaan Diri KPU di DPR

Sumut Memilih

MK Putuskan Pilkada Pasaman Diulang, Cawabup Eks Napi Didiskualifikasi