Beritasumut.com-Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengibaratkan kekayaan alam yang cukup besar dimiliki Provinsi Sumut tak ubahnya sebagai Surga Kecil pemberian Tuhan untuk Masyarakat Sumatera Utara (Sumut). Sayangnya hingga saat ini surga kecil itu belum sepenuhnya mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. "Surga kecil sudah diberikan Tuhan untuk Sumut ini. Kita punya tambang emas, kita punya tambang batubara yang belum tersentuh di Paluta, Tambang minyak, Danau Toba yang begitu Indah dan kekayaan alam lainnya yang tidak dimiliki Provinsi lain. Lalu kenapa kesejahteraan masyarakat kita masih dibawah mereka. Padahal kita tau batang ubi saja kita lemparkan di atas ubin, tertiup angin saja sudah tumbuh tunasnya. Begitulah suburnya daerah kita," ujar Edy Rahmayadi saat bersilaturahmi dengan tokoh agama, tokoh adat dan relawan Eramas di Jalan Pemandian Balige, Tobasa, Kamis (22/03/2018). Seperti halnya Danau Toba, dirinya mengaku heran sebagai salah satu Danau Vulkanik terbesar di dunia potensinya belum tergarap secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Bahkan Danau Toba yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional ini kian terancam kelestariannya akibat pencemaran yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Salah satunya keberadaan keramba-keramba ikan dan juga limbah rumah tangga dan hotel yang dibuang langsung ke Danau Toba. Edy menyambut baik keberadaan Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT) untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke danau toba. Namun tidak kalah pentingnya menurut Edy adalah peran masyarakat sekitar untuk ikut serta menciptakan kawasan wisata yang nyaman bagi para wisatawan. Edy mencontohkan, bahwa wisatawan lokal maupun manca negara berbondong-bondong ke Provinsi Nusa tenggara Timur (NTT), dengan berpanas-panasan, bahkan harus membawa obat anti nyamuk hanya untuk melihat binatang Komodo, di Pulau Komodo. Sementara Danau Toba yang memiliki kekayaan alam yang luar bisa dengan sejarah terbentuknya Danau yang cukup menggemparkan masyarakat dunia malah belum dapat mengangkat kesejateraan masyarakat sekitar. "Kenapa kita tidak bisa menciptakan ini karena kita tidak bisa jujur. Mau Pilkada ini saja kita tidak bisa jujur. Jangan ada kepentingan-kepentingan lain sekalin kepentingan real untuk masyarakat. Bangsa ini memerlukan kejujuran sehingga terciptanya masyarakat yang bermartabat," pungkasnya.(BS03)