Beritasumut.com-Komunitas relawan Harapan Tionghoa untuk Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Hati Emas) semakin gencar bergerak melakukan sosialisasi di tengah-tengah masyarakat. Ditemui, Minggu (18/03/2018), Hati Emas melakukan sosialisasi door to door kepada masyarakat dan pedagang di Jalan Ternak, Kecamatan Medan Polonia. Sekretaris DPW Hati Emas Medan Sartjipto King didampingi Dewan Pembina Ahai mengatakan, sosialisasi ini sangat efektif dalam menjaring pemilih, bahkan setiap rumah yang selesai didatangi dan diberikan sosialisasi mereka berinisiatif untuk memasang spanduk/banner, kalender dan stiker yang menjadi tanda dukungan kepada Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) pada hari pemilihan mendatang. “Ini salah satu bentuk cara kerja kami yang efisien dan tepat sasaran, pendekatan ke warga kami lakukan agar ada interaksi dan ketertarikan langsung dengan pasangan calon. Disisi lain kami juga ingin menekan angka Golput yang tinggi, sehingga kami gencar melakukan sosialisasi seperti ini," terang Sardjipto King. Dikatakannya, dukungan kepada Eramas diprediksi akan semakin meningkat hingga beberapa bulan kedepan. "Relawan Hati Emas yakin pasangan yang kami dukung akan menjadi pemenang dalam konstalasi Pilkada serentak 2018," papar Sardjipto King. Kegiatan sosialisasi yang disambut antusias oleh masyarakat itu juga dihadiri Wakil Ketua Hati Emas Medan, Amin, Ketua Kecamatan Medan Polonia, Rony To yang juga Ketua Panitia, Sekretaris Johny dan Ketua Hati Emas Kecamatan Medan Area, Edy Tanjaya. Dewan Pembina Hati Emas Ahai menjelaskan, pihaknya memilih Kecamatan Medan Polonia atau tepatnya Kampung Anggrung karena selama puluhan tahun ada persoalan alas hak di masyarakat yang hingga kini belum terselesaikan. "Selama puluhan tahun masyarakat di sini tidak punya kepastian hukum atas alas hak yang mereka tempati, baik itu tanah dan rumah.Yang saya tahu di daerah sini banyak rumah dan tanah tidak bertuan, namun sudah ditempati oleh orang-orang selama puluhan tahun," ujarnya. Untuk itu, sebut Ahai, pihaknya akan membantu menelusuri sejarah asal-usul tanah agar masyarakat di daerah ini mendapatkan hak-hak terbaik mereka dari pengembang. "Jika surat yang ada di tangan masyarakat tidak bisa ditingkatkan karena tidak ada alas hak, setidaknya mereka yang telah menempati rumah ataupun lahan selama puluhan tahun harus diberi ganti untung dari pengembang," tambah Ahai. Karenanya melalui kegiatan ini Ahai juga mengimbau masyarakat khususnya etnis Tionghoa untuk memenangkan pasangan Eramas. Alasannya, pasangan inilah yang bisa mewujudkan Sumut bermartabat, terutama menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi warga. "Sumut sudah sangat terpuruk dari segala hal. Dulunya kita merupakan provinsi ke 3 di luar Pulau Jawa, sekarang menempati urutan ke 24 diukur dari tingkat kemanan, kenyamanan dan lainnya," paparnya. Ia menilai, Edy Rahmayadi yang mencalonkan diri sebagai calon Gubernur mempunyai visi-misi yang sangat jelas untuk membawa masyarakat Sumut bermartabat, anti korupsi dan mempunyai integritas tinggi. "Beliau punya hubungan emosional dengan masyarakat Sumut, makanya saat menjabat Pangkostrad jabatan bintang tiganya juga dikorbankan. Ini menunjukan beliau benar-benar ingin membangun Sumut dan meningkatkan harkat hidup 16 juta penduduk provinsi ini," tandas Ahai.(BS06)