Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebut Moderasi Beragama Solusi Masalah Sosial Keagamaan

- Minggu, 12 Desember 2021 11:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122021/_5297_Menteri-Agama-Yaqut-Cholil-Qoumas-Sebut-Moderasi-Beragama-Solusi-Masalah-Sosial-Keagamaan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com - Moderasi beragama telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 â€" 2024. Menag Yaqut Cholil Qoumas menyebut bahwa penguatan moderasi beragama bisa menjadi solusi atas munculnya permasalahan sosial keagamaan.

Menag Yaqut mengatakan, Indonesia sebagai negara multikultural dan multiagama, ditantang untuk mengelola keragaman dan permasalahan sosial keagamaan. Belakangan, ada beberapa orang yang memiliki pemikiran keagamaan eksklusif dan ekstrem. Mereka mengklaim kebenaran hanya untuk dirinya sendiri dan menyalahkan orang lain. Hal ini menimbulkan ketegangan di masyarakat dan mengancam kerukunan intra dan antar umat beragama di Indonesia.

"Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Agama mengembangkan konsep Moderasi Beragama. Moderasi Beragama adalah cara pandang yang membawa orang ke jalan tengah, jauh dari jalan yang berlebihan atau ekstrem. Dengan Moderasi Beragama, cara beragama masyarakat menjadi toleran, tanpa kekerasan, menghargai budaya, dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat," papar Gus Yaqut saat menyampaikan keynote speech secara virtual pada International Conference On Islam And Humas Rights (ICIHR), di Jakarta, akhir pekan ini. Konferensi ini mengangkat tema 'Islam dan Hak Asasi Manusia'.

Baca Juga : Perwakilan Lintas Agama Ikut Kemah Moderasi

Pria yang juga akrab disapa Gus Yaqut ini mengatakan, dilansir dari Kemenag.go.id, Minggu (12/12/2021), kerukunan umat beragama secara nasional di Indonesia masih dalam kondisi yang baik. Survei nasional tahunan kerukunan umat beragama, menggambarkan fluktuasi indeks kerukunan dari tahun ke tahun, namun masih dalam kategori ‘baik’ (60-80 poin). Pada tahun 2021 indeks tersebut sebesar 72,39 poin, meningkat sekitar 4,93 poin dari tahun lalu yang mencapai 67,46 poin.

[br] Jika ditelaah lebih dalam, lanjut Gus Yaqut, tiga dimensi yang membentuk indeks kerukunan umat beragama adalah toleransi, kesetaraan, dan kerjasama. Menariknya, kata Menag, nilai untuk dimensi toleransi selalu paling rendah di antara dimensi lainnya. Hal ini menegaskan bahwa masalah ekstremisme masih ada. Hal ini juga menekankan perlunya penguatan dan pengarusutamaan moderasi beragama. Penguatan moderasi dan toleransi beragama membutuhkan dukungan semua pihak.

"Pengarusutamaan Moderasi Beragama bukan hanya tugas Kementerian Agama. Program prioritas ini sudah menjadi tugas bersama kita, semua kementerian, lembaga dan masyarakat juga termasuk para aktivis hak asasi manusia," kata Gus Yaqut.

Gus Yaqut menilai bahwa moderasi beragama merupakan upaya mengembalikan pemahaman dan pengamalan agama agar sesuai dengan esensinya, yaitu menjaga harkat dan martabat manusia, bukan sebaliknya. Dalam Islam, hak utama untuk hidup dan menghormati martabat manusia adalah hak asasi manusia. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, “… siapa yang membunuh seseorang bukan karena (orang yang dibunuh itu) telah membunuh orang lain atau karena telah berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia...” (QS. Al-Maidah [5]: 32)

Baca Juga : Musa Rajekshah Jadi Keynote Speaker Seminar Moderasi Beragama di UINSU, Ingatkan Keimanan Kunci Segalanya

Gus Yaqut berharap ICIHR 2021 dapat membangun langkah-langkah yang kontributif bagi umat manusia dan peradaban. Hadir sebagai salah satu pembicara, Katib ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Staquf memaparkan pandangannya terkait Hak Asasi Manusia yang telah berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama. (BS09)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Sosok

Wapres Kunker ke Sumut, Ma'ruf Amin : Demi NKRI Jangan Benturkan Agama dan Kebangsaan

Sosok

Presiden Jokowi Terbitkan Perpres 58/2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama

Sosok

Polrestabes Hadiri Penyuluhan Penguatan Nilai Moderasi Beragama dalam Merawat Kebhinekaan di MUI Medan

Sosok

Walikota Medan Ingatkan Keberagaman Bukan Ancaman, Harus Datangkan Kebaikan dan Keberkahan

Sosok

Wapres Resmikan Enam Rumah Ibadah di Universitas Pancasila

Sosok

Tahun Baru 2022, Menag Ajak Umat Jadikan Nilai Agama Motivasi Berbuat Kebajikan