Bripka Dr Afriadi Amin:

Mahasiswa Jauhi Pemikiran Radikalisme dan Cintai Nilai Pancasila

Herman - Kamis, 30 September 2021 15:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092021/_2655_Mahasiswa-Jauhi-Pemikiran-Radikalisme-dan-Cintai-Nilai-Pancasila.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS06

beritasumut.com - Staf pengajar Universitas Islam Sumatera Utara (UINSU) Bripka Dr Afriadi Amin SPsi MKomI bergerak selalu meningkatkan kualitas mahasiswa yang diberikan pendidikan yang baik untuk mencerdaskan anak bangsa. Apalagi mata kuliah Psikologi Komunikasi yang diberikan oleh polisi santri tersebut menginginkan, mahasiswa menjauhi pemikiran radikalisme, memahami nilai - nilai Pancasila serta mencintai NKRI. "Sehingga mahasiswa itu mempunyai nilai pemikiran intelektual yang baik," ucap Bripka Dr Afriadi Amin SPsi, MKomI kepada wartawan di Mapolrestabes Medan, Kamis (30/09/2021). Dalam kesibukannya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, pria ramah ini tetap mengatur waktu dalam memberikan pelajaran kepada mahasiswa. Dirinya memberikan pendidikan dengan pembelajaran daring."Saya hanya menginginkan mahasiswa juga harus mempunyai masa depan dan kreatif melihat situasi yang ada saat ini, " paparnya. Karena itu, polisi santri yang bertugas di Satuan Binmas Polrestabes Medan ini adalah Alumni Pesantren Raudhatul Hasanah terletak di Jalan Jamin Ginting Medan, telah mampu menjalankan tugasnya di masyarakat. "Saya juga melakukan pengabdian di masyarakat dengan menggerakkan ekonomi masyarakat yang terdampak PPKM di Medan," ujarnya. [br] Selain itu, dirinya masih banyak melihat polisi arogan namun jangan dinyatakan salah. harus mematuhi kedudukan persoalan yang sebenarnya dan selanjutnya bisa diselesaikan dengan tuntas. "Apabila adanya kesalahan, oknum petugas itu diajukan sidang disiplin dan kode etik serta diberikan sanksi. Artinya permasalahan anggota Polri tersebut jangan diviralkan dulu, namun laporkan ke Propam untuk ditindaklanjuti," pesannya.Dijelaskannya, kompetensi komunikasi dan kredibilitas Propam sebagai penyidik semakin baik. Kata dia, Propam lebih tegas terhadap anggota Polri yang melanggar peraturan. Propam akan bertindak lebih keras lagi terhadap anggota yang bermasalah, sebab lembaga Kepolisian RI merupakan penegak hukum dan sepatutnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. "Saya harap ke depannya personil kepolisian RI menjadi Polisi Presisi sesuai dengan 16 program Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi," tandasnya.(BS06)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Sosok

Buat Beli Narkoba, Maling Gasak Perhiasan dan Laptop di Medan

Sosok

Empat Bandar Narkoba di Binjai Dibekuk Polisi

Sosok

Sempat Hendak Kabur, Pemilik 4,48 Gram Sabu Ditangkap Polisi

Sosok

Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil

Sosok

Polrestabes Medan Ringkus IRT Pengedar Narkoba di Lembah Sunggal

Sosok

Dua Pria Sembunyikan Sabu 4,15 Gram dalam Kotak Rokok Diciduk