Manfaatkan Teknologi, Randy Raharja Bawa Chicken Holic Rambah Pasar Nasional

- Kamis, 08 April 2021 20:40 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042021/_7987_Manfaatkan-Teknologi--Randy-Raharja-Bawa-Chicken-Holic-Rambah-Pasar-Nasional.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com - Kota Medan terkenal dengan jajanan kulinernya yang beragam dan bercitarasa enak, salah satunya ialah Chicken holic. Sajian olahan daging ayam yang digandrungi anak muda dan punya 30 cabang di seluruh Kota Medan ini ternyata punya kisah sukses yang menginsipirasi.

Kali ini, Beritasumut.com difasilitasi oleh ShopeePay berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Chief Operating Officer (COO) Chicken Holic, Randy Raharja. Pria kelahiran tahun 1991 ini menyebut, bisnis kuliner yang dilakoninya bersama pendiri lainnya ini pada awalnya bermula dari sebuah kios kecil di Kota Medan.

"Chicken Holic hadir sejak tahun 2014 menjual kuliner dari olahan daging ayam. Dengan komitmen untuk terus menghadirkan ragam sajian olahan daging ayam yang berkualitas tinggi serta diproses secara higienis. Dibalut bumbu bercita rasa tinggi, Chicken Holic mampu terus mengembangkan bisnisnya hingga kini," ujar Randy.

Baca Juga : ShopeePay Semangat Usaha Lokal di Kota Medan, Dukung UMKM Lokal Kembangkan Bisnisnya dengan Promo Cashback 60%

Memasuki tahun keenamnya, sambungnya, Chicken Holic pun memiliki ambisi untuk menjadi bisnis daerah yang merambah skala nasional. Randy Raharja selaku Chief Operating Officer saat ini dipercaya oleh para pendiri Chicken Holic untuk menjadikan bisnis yang bermula dari UKM ini sebagai sebuah korporasi dengan target awal pembukaan 100 cabang di seluruh kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, hingga Makasar.

[br] Kilas balik perjalanan Randy dalam mengembangkan Chicken Holic tidaklah mudah. Randy mengatakan, persaingan bisnis di Kota Medan, sebagai salah satu kota besar di Indonesia cukup ketat, khususnya bagi pemilik usaha skala kecil dan menengah. Terutama di masa awal pandemi tahun 2020, Chicken Holic turut merasakan ada tantangan yang harus dihadapi bisnisnya.

“Masa sulit pasti ada, namun hal tersebut yang membuat Chicken Holic tetap berdiri dan bertumbuh besar hingga saat ini, bahkan mampu terus mempertahankan grafik pertumbuhan bisnis vertikal ke atas seiring bertambahnya konsumen setia yang menyukai berbagai menu yang dihadirkan Chicken Holic,” ungkap Randy.

Belajar dari pengalamannya, Randy Raharja tak sungkan berbagi informasi kepada sesama pelaku bisnis UKM kuliner. "Setahun terakhir ini, para pemilik bisnis pastinya melakukan evaluasi pada berbagai sektor biaya seperti operasional, Sumber Daya Manusia, dan marketing untuk memastikan bisnis dapat terus berjalan. Namun Chicken Holic memiliki strategi yang berbeda. Chicken Holic memanfaatkan situasi pandemi untuk melakukan evaluasi internal seperti memperbaiki SOP perusahaan, Cash Flow Projection, hingga perhitungan harga penjualan," ungkapnya.

Baca Juga : Rayakan Ramadhan, Shopee Ajak Pengguna Berbelanja dan Beramal di Bulan Suci

Dengan langkah ini, Randy mampu menyusun kembali strategi Chicken Holic agar mampu mempertahankan bisnis dan karyawan. Randy mengatakan, “Meski kemarin saat pandemi hampir semua lini bisnis menghadapi kesulitan, saya melihat makanan merupakan salah satu kategori yang tetap dicari masyarakat. Oleh karena itu, kami cukup yakin dengan market kami yang tetap ada, bisnis akan bertahan dengan memanfaatkan penjualan online yang sudah kami terapkan cukup lama serta menata ulang bisnis dari dalam," tuturnya.

[br] Selain itu, menambah presence secara online dan mengadopsi teknologi yang memudahkan konsumen seperti pembayaran digital pun menjadi salah satu kunci yang mulai harus diperhatikan bisnis.

Randy mengaku, selama pandemi, dia dan timnya mengunjungi setiap gerai Chicken Holic untuk mendapat insight tentang kebiasaan konsumen. Dari situ, Randy mengerti jika masuk ke dalam ranah online dan adopsi teknologi merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan oleh pemilik bisnis untuk dapat bertahan di tengah pandemi. "Chicken Holic membuktikannya dengan hadir secara online serta menerapkan pembayaran digital ShopeePay di setiap gerainya. Pada bulan ke-6 dan ke-7 masa pandemi, Chicken Holic dapat kembali ke posisi normal dan mencapai pendapatan yang sudah diprediksi di tahap evaluasi di awal pandemi," sebutnya.

Bergabung sebagai merchant ShopeePay, Chicken Holic menjadi salah satu top merchant di kota Medan dengan jumlah transaksi yang signifikan. "Pemanfaatan teknologi, marketing digital, hingga promosi secara online ini sangat membantu bisnis kami. Mungkin jika hanya mengandalkan offline masih banyak yang belum mengenal kami, namun dengan adanya platform digital membuat pasar kami semakin luas, terutama di masa pandemi ini," jelas Randy.

Baca Juga : Walikota Medan Ingin Pemko Bisa Jadi Pasar Bagi Produk UMKM

Dengan dukungan teknologi pembayaran ShopeePay, Chicken Holic mampu meningkatkan visibilitas ke lebih banyak masyarakat serta memberikan keuntungan lebih melalui promo cashback 30% yang dihadirkan ShopeePay. “Mengaplikasikan pembayaran digital ShopeePay di gerai Chicken Holic adalah langkah yang tepat bagi kami untuk berkontribusi pada peningkatan transaksi, khususnya selama pandemi. Dengan menerapkan pembayaran digital, masyarakat Medan pun semakin dimudahkan untuk bertransaksi secara aman dengan berkurangnya kontak saat melakukan transaksi di gerai kami,” kata Randy.

[br] Creativepreneur asal Medan ini mengungkapkan, Chicken Holic punya visi sebagai kuliner lokal yang Go Nasional, untuk menjangkau lebih banyak konsumen hingga ke seluruh wilayah di Indonesia. Salah satu misinya yakni merekrut SDM yang berasal dari Kota Medan. "Kita punya cita-cita kalau anak-anak dari Medan (lokal) yang harus memimpin Chicken Holic ini dimanapun nanti berekspansi di nasional," harapnya.

Saat ini, Chicken Holic telah menghadirkan lini bisnis kuliner lainnya, yaitu restoran premium The Chicken Holic dan brand lainnya. "Dengan ekspansi ini, Chicken Holic ingin memberikan pengalaman menikmati berbagai makanan dan camilan dari daging ayam yang enak, namun dengan harga terjangkau ke seluruh masyarakat Indonesia. Dalam jangka panjang, Chicken Holic pun menargetkan penyediaan bisnis franchise untuk memperluas jangkauan Chicken Holic," pungkasnya. (BS02)


Tag:

Berita Terkait

Sosok

Resmi Ditutup, Nilai Transaksi Medan Festival Kuliner 2024 Capai Rp 575 Juta Lebih

Sosok

Buka Medan Festival Kuliner, Walikota Medan: Persaingan Global Momentum untuk Lebih Berkembang dan Kompetitif

Sosok

Festival Kuliner Medan 2024, Sajikan Aneka Makanan dan Hiburan untuk Wisatawan

Sosok

Pemko Medan Siap Dukung dan Sukseskan Pekan Kuliner Halal Aman dan Sehat

Sosok

Apresiasi Jelajah Kuliner Nusantara, Walikota Medan Berharap BUMN Jadikan Pelaku UMKM sebagai Partner

Sosok

Omset Festival Kuliner Medan 2023 Capai Rp 3 Miliar