Beritasumut.com-Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto menyebut, Kota Medan ibarat Light On The Hill (Cahaya di Perbukitan). Semua orang bisa datang ke Kota Medan. Oleh karena itu, Kota Medan menjadi bersinar dan bagaimana menjaganya dengan baik? Salah satunya adalah keamanan dan kekondusifan Kota Medan. "Karena Kota Medan adalah Center Of Duty, pusat daya tarik Sumut. Karena Medan adalah Sumut, dan Sumut adalah Medan. Maka saya optimis, Kota Medan bakal maju kalau kalau dikelola dengan baik. Kemajuan Kota Medan ada di tangan kita semua," ucap Kombes Dadang Hartanto selaku Narasumber Pertemuan Tokoh Agama se-Kota Medan, yang digelar di Ballroom Lantai 9 Hotel Arya Duta Medan, Rabu (27/11/2019) malam. Kombes Dadang menjelaskan, tingkatkan persatuan dan kesatuan serta toleransi antar umat beragama dalam rangka membangun Kota Medan menuju Kota masa depan yang multikultural, berdaya saing, humanis sejahtera dan religius. "Parameter kondusifnya Medan adalah bagaimana kota Medan ini aman, masyarakat tidak takut berangkat pagi beribadah, pergi ke mall dan tidak takut lagi dengan premanisme, begal, karena pihak keamanan Polri cepat datang ke lokasi kejadian. Seperti bila ada pengaduan masyarakat cepat ditanggapi oleh Polri, ada narkoba direspon dengan penindakan," jelasnya. Disebutkannya, semua endingnya adalah kesejahteraan dalam berkehidupan berkebangsaan dan masyarakat bisa sejahtera, taraf hidup meningkat dan status hidup layak. "Ada anak muda malam-malam mabuk dengan suara musik, Kepling atau Lurah dan Bhabinkamtibmas harus cepat datang untuk membubarkannya sehingga tidak meluas, " tambahnya. Membaca, melihat dan memahami nilai tersebut, adalah implementasi untuk pembelajaran. Sebagai contoh ada ribuan orang melihat buah apel itu jatuh dan hanya 1 orang saja mempelajari/membaca mengapa apel itu jatuh, Isaac Newton membaca buku dan duduk di bawah pohon apel dan melakukan penelitian mengapa buah apel tersebut jatuh. Ternyata di situ ada ilmu gravitasi untuk dipergunakan sebagai ilmu penerbangan. Dalam dunia global perubahan sering terjadi, perubahan nasional dan lokal tidak bisa ditunda-tunda, "Kalau kita tidak mau berubah, kita diam dan hanya mengeluh saja. Tetapi kalau kita pintar mencari solusi dan inovasi, ancaman dan persoalan tersebut bisa diatasi. Ini permasalan yang kita hadapi bersama seperti banjir, premanisme, begal, pasar tumpah dan parkir liar harus kita hadapi dengan bijaksana agar Kota Medan menjadi kota metropolitan," tandasnya. (BS04)