Kombes Dadang Hartanto Jadi Narasumber Pertemuan Tokoh Agama se-Kota Medan

- Kamis, 28 November 2019 21:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112019/5911_Kombes-Dadang-Hartanto-Jadi-Narasumber-Pertemuan-Tokoh-Agama-se-Kota-Medan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto menyebut, Kota Medan ibarat Light On The Hill (Cahaya di Perbukitan). Semua orang bisa datang ke Kota Medan. Oleh karena itu, Kota Medan menjadi bersinar dan bagaimana menjaganya dengan baik? Salah satunya adalah keamanan dan kekondusifan Kota Medan.

 

"Karena Kota Medan adalah Center Of Duty, pusat daya tarik Sumut. Karena Medan adalah Sumut, dan Sumut adalah Medan. Maka saya optimis, Kota Medan bakal maju kalau kalau dikelola dengan baik. Kemajuan Kota Medan ada di tangan kita semua," ucap Kombes Dadang Hartanto selaku Narasumber Pertemuan Tokoh Agama se-Kota Medan, yang digelar di Ballroom Lantai 9 Hotel Arya Duta Medan, Rabu (27/11/2019) malam. 

 

Kombes Dadang menjelaskan, tingkatkan persatuan dan kesatuan serta toleransi antar umat beragama dalam rangka membangun Kota Medan menuju Kota masa depan yang multikultural, berdaya saing, humanis sejahtera dan religius. "Parameter kondusifnya Medan adalah bagaimana kota Medan ini aman, masyarakat tidak takut berangkat pagi beribadah, pergi ke mall dan tidak takut lagi dengan premanisme, begal, karena pihak keamanan Polri cepat datang ke lokasi kejadian. Seperti bila ada pengaduan masyarakat cepat ditanggapi oleh Polri, ada narkoba direspon dengan penindakan," jelasnya.

 

Disebutkannya, semua endingnya adalah kesejahteraan dalam berkehidupan berkebangsaan dan masyarakat bisa sejahtera, taraf hidup meningkat dan status hidup layak. "Ada anak muda malam-malam mabuk dengan suara musik, Kepling atau Lurah dan Bhabinkamtibmas harus cepat datang untuk membubarkannya sehingga tidak meluas, " tambahnya. 

 

Membaca, melihat dan memahami nilai tersebut, adalah implementasi untuk pembelajaran. Sebagai contoh ada ribuan orang melihat buah apel itu jatuh dan hanya 1 orang saja mempelajari/membaca mengapa apel itu jatuh, Isaac Newton membaca buku dan duduk di bawah pohon apel dan melakukan penelitian mengapa buah apel tersebut jatuh. Ternyata di situ ada ilmu gravitasi untuk dipergunakan sebagai ilmu penerbangan.

      

Dalam dunia global perubahan sering terjadi, perubahan nasional dan lokal tidak bisa ditunda-tunda, "Kalau kita tidak mau berubah, kita diam dan hanya mengeluh saja. Tetapi kalau kita pintar mencari solusi dan inovasi, ancaman dan persoalan tersebut bisa diatasi. Ini permasalan yang kita hadapi bersama seperti banjir, premanisme, begal, pasar tumpah dan parkir liar harus kita hadapi dengan bijaksana agar Kota Medan menjadi kota metropolitan," tandasnya. (BS04)


Tag:

Berita Terkait

Sosok

Kapolrestabes Medan Terima Audiensi Panitia Zikir Akbar Nasional Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia

Sosok

Kapolrestabes Medan Pantau dan Cek Pos Pam Jalan Wiiliem Iskandar-Gatot Subroto dan MT Haryono

Sosok

Wakapolrestabes Medan Pimpin Apel Satgas Anti Tawuran di Posko Tramtibum Helvetia

Sosok

Wakapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan Safari Ramadan di Menteng, Beri Santunan Anak Yatim

Sosok

Kapolrestabes Medan Ingatkan Ramadan Sebagai Momentum untuk Melakukan Kebaikan

Sosok

Kapolrestabes Medan Siapkan Tindakan Tegas Bagi Pelaku Kejahatan