Menilik Sosok Edy Rahmayadi di Mata Tim Gurkha Eramas

- Jumat, 25 Mei 2018 03:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir052018/6765_Menilik-Sosok-Edy-Rahmayadi-di-Mata-Tim-Gurkha-Eramas.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Tak kenal, maka tak sayang. Ungkapan ini seakan dapat menggambarkan perasaan seseorang saat baru mengenal maupun setelah mengenal sosok calon Gubernur Sumut nomor urut 1 Edy Rahmayadi yang berpasangan dengan calon wakil Gubernur Musa Rajekshah. 

 

Termasuk juga bagi tim yang sehari-hari mengikuti kegiatan Edy Rahmayadi saat berinteraksi ataupun bersilaturahmi dengan masyarakat. Bagi tim yang menyebut diri mereka sebagai Tim 'Gurkha' Eramas yang di dalamnya ada tim protokol, peliput dan dokumentasi, tim advance, pemain Keyboard dan teknisi Sound System mereka juga awalnya mengaku terkejut dengan gaya dan pembawakan sang mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). 

 

Jika lazimnya seorang calon Gubernur dengan senang hati dan bahkan menawarkan diri agar disetting sedemikian rupa guna menaikan popularitasnya, Edy malah sering menolak dan enggan dijadikan objek dengan tujuan pencitraan. 

 

Cornel, pria yang setia mendampingi Edy sebagai pemain Keyboard, Kamis (24/05/2018), mengungkapkan, bagi dirinya yang sejak lama mendampingi Edy Rahmayadi sifat-yang ditunjukan Edy Rahmayadi saat ini tidaklah hal yang baru. Tidak hanya dikenal sebagai teman yang setia, Edy juga disenangi teman-temannya karena kemurahan hatinya menolong sesama. Dan tidak kalah pentingnya,  lanjut Cornel sosok Edy Rahmayadi juga dikenalnya sangat pintar menjaga silaturahmi dengan tokoh-tokoh lintas agama. 

 

"Saya sudah ikut Ayah Edy sejak di Batam dulu saat beliau masih aktif sebagai tentara. Di balik sosoknya yang keras, hati Ayah sangat mudah tersentuh untuk menolong sesama. Kalau membantu ayah tak liat apa agama orang itu, apa sukunya. Kalau dia senang pasti dibantunya. Dan saat memberikan bantuan ayah Edy tidak pernah mengharapkan pamrih," ujarnya.

 

Cornelpun tak menampik bahwa sikap dan gaya Edy Rahmayadi ini terkadang sempat memantik ketidaksenangan sebahagian pemburu berita yang ingin mempublikasikan kegiatannya."Makanya pernah ada terjadi kesalahpahaman kawan-kawan wartawan atau masyarakat yang menganggap ayah Edy itu sombong atau arogan. Padahal kalau mereka mengenal ayah Edy lebih dekat mereka akan paham dan mungkin salut dengan sosok Ayah yang apa adanya dan jauh dari kepura-puraan," terangnya. 

 

Pengakuan serupa disampaikan Masda, fotografer yang selama ini mendampingi Edy Rahmayadi."Awalnya kesal juga tapi lama kelamaan aku melihat sebuah kejujuran dari Ayah Edy. Meskipun saat ini beliau jadi bagian dunia politik tapi beliau sebisa mungkin tampil apa adanya, jujur, menghindari rekayasa atau pencitraan yang berlebihan yang mengarah kepada sifat riya," terang Masda. 

 

Berbuat baik tanpa harus mendapat pengakuan dari siapapun memang menjadi poin plus bagi sosok Edy. Bahkan sikap ini cenderung menjadi persoalan bagi Irvan untuk menuliskan janji-janji politik sang Jenderal kepada masyarakat. 

 

Di sejumlah kesempatan saat bertatap muka dengan masyarakat yang seharusnya bisa menjadi ajang kampanye dirinya malah tidak dimanfaatkan. "Beliau hanya menyampaikan kalau Sumut mau maju maka yang dibutuhkan sebuah kejujuran. Kalau sekedar menyampaikan janji-janji kepada masyarakat menurut Ayah Edy bukan hal yang sulit. Tapi Rakyat Sumut ini sudah terlalu banyak mendapat janji-janji. Janganlah kita jadi Raul (Raja Ulok)," ujar Irvan mengulang kalimat yang pernah diucapkan Edy Rahmayadi saat bersilaturahmi dengan masyarakat. 

 

Ironisnya lagi menurut Irvan yang sering meliput kegiatan Edy Rahmayadi, saat bersilaturahmi dengan masyarakat Edy sangat jarang mengutarakan ajakan agar masyarakat mau memilihnya pada 27 Juni 2018 mendatang. Edy hanya menyampaikan agar masyarakat, apapun agamanya harus menghadirkan Tuhan di setiap tindakannya. Termasuk saat akan menentukan pilihan kepada Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut untuk periode 2018-2023.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Sosok

Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat

Sosok

Lantik Bupati dan Wakil Bupati Madina, Gubernur Sumut Ingatkan Kesejahteraan Rakyat Sebagai Landasan Bekerja

Sosok

Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan Bersama Stakeholder Pada Pilkada Tahun 2024

Sosok

Sertijab Bupati Asahan, Wagub Sumut Ajak Selaraskan Pembangunan Pemkab dan Pemprov

Sosok

Ada Calon Kepala Daerah Didiskualifikasi MK, Ini Pembelaan Diri KPU di DPR

Sosok

MK Putuskan Pilkada Pasaman Diulang, Cawabup Eks Napi Didiskualifikasi