Jadi Nomor 1 di Pesantren, Ijeck Beri Rafi Beasiswa

Herman - Kamis, 19 April 2018 10:41 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042018/4840_Jadi-Nomor-1-di-Pesantren--Ijeck-Beri-Rafi-Beasiswa.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS03
Beritasumut.com-Tak ada proses yang mengkhianati hasil. Itulah yang dirasakan lulusan terbaik  Pesantren Musthafawiyah 2018, Rafi Maswadi. Santri asal Bogor ini, tak menyangka mendapatkan beasiswa dari Ketua Yayasan Haji Anif, H Musa Rajekshah, untuk melanjutkan studi ke mana pun yang diinginkan Rafi.

 

Suasana haru menyeruak saat beberapa lulusan terbaik Pesantren Musthafawiyah jatuh dalam ibunda dan ayah masing-masing, Rabu kemarin (18/04/2018). Dengan sorban dan selempang khusus, mereka mengucap syukur dan berterimakasih atas perjuangan ayah dan bunda dalam menyekolahkan mereka di pesantren.

 

Ketua Yayasan Haji Anif, H Musa Rajekshah, yang turut hadir dalam prosesi kelulusan dan penyerahan ijazah santri itu tak mampu menyembunyikan kegembiraannya atas capaian para santri. Dia pun turut antre memberikan selamat pada para santri. Mengetahui Ijeck ada di barisan tamu, Rafi langsung memeluk Ijeck sekuatnya. “Terimakasih atas kesempatan beasiswanya Bang,” kata Rafi.

 

Rupanya, Rafi sudah tahu bahwa posisinya sebagai santri terbaik mendapatkan hadiah khusus dari Yayasan Haji Anif yang dipimpin Ijeck. Setiap tahun, santri Pesantren Musthafawiyah terbaik memang diberikan apresiasi khusus seperti beasiswa oleh Ijeck. Rafi berhak atas beasiswa penuh untuk melanjutkan studi ke mana saja yang dia inginkan. “InsyaAllah saya akan diskusi dulu dengan orang tua untuk tempat melanjutkan studi,” kata Rafi.

 

Musa Rajekshah, yang juga Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, mengungkapkan Musthafawiyah bukanlah sesuatu yang baru bagi dirinya.  Karena sejak dulu, keluarga besarnya telah memiliki kedekatan dengan keluarga pesantren tersebut. "Pesantren Musthafawiyah ini bagi saya adalah keluarga, karena keluarga besar saya dengan Musthafawiyah sudah kenal sejak lama," ujar Ijeck.

 

Melihat raut wajah yang bahagia dari para santri/santriwati yang mengikuti wisuda kali ini, Ijeck pun mengungkapkan rasa senang bercampur haru. Selain itu, Ijeck juga percaya jika lulusan dari Musthafawiyah merupakan generasi yang siap untuk terjun ke masyarakat.  Karena meskipun lulusan dari pesantren, para generasi tetap bisa bersaing dengan lulusan-lulusan dari manapun. Terbukti dengan terpukaunya Ijeck melihat pidato yang dibawakan oleh tiga santri, dengan bahasa yang berbeda-beda, seperti Inggris, Arab, dan Indonesia.

 

"Tadi saya berpikir pada saat akan pidato, dengan rasa percaya diri saya bisa pidato, tapi setelah tadi saya lihat santri/santriwati yang lebih dahulu berpidato dengan bahasa yang berbeda-beda, saya langsung berpikir bisa atau tidak saya berpidato seperti itu. Ini bukti kalau lulusan pesantren itu dapat bersaing dengan lulusan manapun. Saya juga mendorong alumni pesantren mau jadi pengusaha," katanya.

 

Sementara Pimpinan pesantren Musthafawiyah, Musthafa Bakri Nasution, mengucapkan terimakasih atas kehadiran Ijeck, karena telah jauh-jauh datang dari Medan. Dia menjelaskan, nantinya pihaknya berniat untuk meningkatkan minat dan kemampuan santri Musthafawiyah dalam bidang Tahfidz Quran. Terlebih belum lama ini, Kementerian Agama pusat telah memberikan bantuan berupa gedung permanen di pesantren tersebut. "Nantinya agar Tahfidz Quran, tidak akan terlepas dari kurikulum di Musthafawiyah. Apalagi beberapa perguruan tinggi telah mensyaratkan beasiswa bagi para santri yang hafal Al Quran," ungkapnya.

 

Sementara, Ketua Pengurus Pusat Keluarga Abituren Musthafawiyah Dr Salamudin MA, mengucapkan selamat kepada para santri-santri yang akan diwisuda hari ini. Kali itu, ia teringat sewaktu diwisuda pada 23 tahun yang lalu. Dia pun mengungkapkan senang telah diberikan kesempatan belajar di Ponpes tersebut.

 

Pada acara tersebut, juga dihadiri oleh Bupati Mandailing Natal, Rektor IAIN Padangsidimpuan, Ketua STAIN Mandailing Natal, Ketua Gerindra, perwakilan Partai PKS, Kepala Kantor Kementerian Agama Mandailing Natal, Ketua Keluarga Abituren Musthafawiyah Pusat, Kapolres Mandailing Natal, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mandailing Natal.(BS03)


Tag:

Berita Terkait

Sosok

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Jaminan Kematian & Beasiswa kepada 16 Ahli Waris P3K Paruh Waktu

Sosok

SMP Muhammadiyah 05 Medan Gelar Ramadan Ceria Penuh Berkah

Sosok

Hadiri Semesta Fest 2025, Walikota Medan Apresiasi dan Berharap Membawa Manfaat untuk Ekonomi Syariah

Sosok

Gubernur Sumut Akan Kuliahkan Kakak Beradik Yatim Piatu di Nias, Hingga Tamat

Sosok

Indonesia Raih Medali di Kejuaraan Wushu Internasional

Sosok

Indonesia Punya Wakil di Hongkong International Wushu Championship 2025