Nasir Djamil: Garuda Indonesia Diminta Bantu Nyak Sandang Naik Haji

Herman - Selasa, 20 Maret 2018 13:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032018/3108_Nasir-Djamil--Garuda-Indonesia-Diminta-Bantu-Nyak-Sandang-Naik-Haji.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Anggota komisi III DPR RI Nasir Djamil meminta Pimpinan Garuda Indonesia untuk dapat memenuhi keinginan Nyak Sandang warga Lamno Aceh Jaya yang masih memegang obligasi (surat hutang) RI-001 untuk dapat menunaikan ibadah haji dan menyelesaikan pembangunan Masjid di dekat tempat tinggalnya, Senin (19/03/2018).

 

Hal itu disampaikan Nyak Sandang kepada Nasir Djamil saat Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini berkunjung kerumah Nyak Sandang. Nasir menilai permintaan  menunaikan ibadah haji dan membangun masjid di dekat rumahnya tersebut bukanlah suatu hal yang muluk.

 

"Sebagai salah satu warga negara yang telah berjasa berkontribusi kepada negara dalam mewujudkan kemerdekaan di Indonesia setidaknya haruslah di apresiasi oleh negara. Karena bagaimanapun juga tanpa jasa mereka belum tentu negara ini ada," ungkapnya. 

 

Salah satu yang diharapkan dapat memenuhi keinginan Nyak Sandang ini menurut Nasir adalah melalui Maskapai Garuda Indonesia yang terlahir dari pesawat RI-001 yang merupakan sumbangan dari warga Aceh saat kemerdekaan Indonesia 72 tahun silam. 

 

Pesawat yang dibeli dengan sumbangan dari rakyat aceh pada era Presiden Soekarno itu merupakan cikal bakal berdirinya perusahaan tersebut. "Tidak ada salahnya Garuda Indonesia sebagai perusahaan penerbangan terbaik milik negara ini bisa mengapresiasi keinginan Nyak Sandang untuk berhaji ke tanah suci dan membangun masjid didekat kediamannya," lanjutnya.

 

Walaupun memang obligasi yang diberikan saat itu seharga 100 rupiah pada tahun 1950, namun bukan berarti nyak sandang ini meminta balas jasa kepada pemerintah, 100 rupiah pada masa itukan juga bukan jumlah yang sedikit, satu sen sekalipun pada masa persiapan kemerdekaan itu sangat berarti bagi negara, 

 

“Saya yakin beliau dan masyarakat Aceh pada masa itu sangat ikhlas memberikan sumbangan kepada pemerintah indonesia, namun tidak ada salahnya bangsa yang besar seperti Indonesia ini mengingat dan mengapresiasi jasa mereka yang berjasa untuk negara ini, tidak terkecuali Nyak Sandang," tambahnya.

 

Nyak Sandang yang tinggal di Desa Lheut Lamno Aceh Jaya ini kemungkinan besar adalah satu-satunya pemegang obligasi seulawah RI-001 yang masih hidup. "Maka untuk itu saya berharap mudah-mudahan pimpinan maskapai Garuda Indonesia bisa mendengarkan aspirasi Nyak Sandang untuk segera berhaji dan membangun masjid," ujar Nasir.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Sosok

Presiden Jokowi Anugerahkan Tanda Kehormatan RI kepada 64 Tokoh

Sosok

Silaturrahmi Bersama Veteran dan Pejuang Kemerdekaan, Edy Rahmayadi Ajak Tetap Berkontribusi untuk Negara

Sosok

Profil Empat Penerima Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2021

Sosok

MR SM Amin Nasution dan Lima Tokoh Lainnya Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional

Sosok

Tuan Rondahaim Saragih Disepakati Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Sosok

Gubernur Sumut dan Bupati Langkat Dukung Pemindahan Pusara T Amir Hamzah