Beritasumut.com-Keberagaman dalam berkehidupan beragama di Indonesia saat ini cukup memprihatinkan dengan adanya upaya dari pihak – pihak yang ingin melakukan perpecahan kesatuan dan persatuan bangsa, menggunakan isu agama melalui media sosial baik itu dalam bentuk opini, berita hoax maupun tulisan yang mengandung ujaran kebencian. Kota Tanjung Balai merupakan salah satu barometer kerukunan umat beragama di Sumatera Utara yang mana paska terjadinya kerusuhan pada 29 Juli 2016 silam yang berujung pada pembakaran beberapa rumah ibadah vihara. “Kita harapkan hal tersebut jangan terulang lagi di Kota Tanjung Balai ataupun wilayah lain, saat ini memang kita rasakan situasi toleransi dan kerukunan beragama di Kota Tanjung Balai dalam keadaan kondusif, namun untuk memperkokohnya perlu peran serta Pemerintah dalam hal ini Pemko Tanjung Balai dalam usaha hal pembinaan kerukunan umat beragama agar tidak terkesan kurang mendapat perhatian,” ujar Ketua Pengurus Daerah Alwasliyah Kota Tanjung Balai Ustad Gustami Anmar S Sos IM M Pd, Rabu (26/07/2017). Pada kesempatan itu Ustad Gustami Anmar S Sos IM M Pd mengungkapkan, banyak cara dalam melakukan upaya memperkokoh kerukunan umat beragama di Kota Tanjung Balai, dimulai dengan merangkul seluruh pemuka agama ataupun dengan melakukan kegiatan seperti silahturahmi, anjangsana, olah raga bersama kepada siswa antar sekolah ataupun yayasan pendidikan. Selain itu kegiatan lain yang positif yang dapat meningkatkan nilai kebersamaan dalam keberagaman dengan harapan terciptanya kerukunan beragama dengan toleransi yang tinggi juga patut menjadi perhatian. Selain itu kegiatan pendidikan Pancasila juga harus diberikan kepada Tokoh Agama, Ormas dan generasi muda yang mengambil peran, bukan hanya sebatas formalitas tetapi dapat mengimplementasikannya ditengah masyarakat. Selain itu tak kalah penting, perlunya sinergitas komunikasi yang akurat sesama tokoh agama dan pimpinan Ormas dalam bimbingan Pemko Tanjung Balai, tentunya bukan sekedar komunikasi tapi perhatian terhadap kepentingan Tokoh juga bisa di akomodir agar terjalin ikatan batin kebersamaan dalam menjaga hubungan baik yang diselaraskan serta seimbang dalam upaya kewaspadaan dini dalam penanganan indikasi konflik. "Untuk memperkokoh kerukunan umat beragama harus dilakukan dengan melibatkan semua elemen baik Pemerintah maupun masyarakat, sehingga kedepannya sinergitas lintas agama dapat terjalin lebih baik dalam menangkal isu perpecahan," pungkasnya.(BS03)