Doa untuk Kinara dari Makam Pahlawan

Herman - Sabtu, 15 April 2017 11:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042017/6081_Doa-untuk-Kinara-dari-Makam-Pahlawan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Puluhan orang tumpah ruah di pelataran Taman Makam Pahlawan, Medan, Jumat (14/04/2017) sore. Mereka terlibat  dalam aksi doa bersama untuk Kinara (4), korban selamat dari pembantaian satu keluarga di Mabar, Medan Deli.

 

Berbagai elemen masyarakat hadir dalam doa bersama ini. Diantaranya Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Medan dan LPA Deli Serdang, Galang, Pagar Merbo, Perbaungan, Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institute Teknologi Medan (ITM) dan lainnya.

 

Massa duduk di tikar. Mereka juga memasang spanduk bertuliskan "Doa dan Dukungan Solidaritas Untuk Kinara. Kinara Hero. Stop Kekerasa terhadap Anak, lalu memutus rantai kejahatan terhadap anak".

 

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kota Medan Miswardi Batubara mengatakan rasa terima kasihnya atas kerja keras dan tidak kenal lelah yang dilakukan pihak kepolisian. Dua tersangka sudah ditangkap. Bakan Andi Lala, otak pelaku pembunuhan itu sudah DPO.

 

"Kami juga berterima kasih karena polisi telah menjaga dengan baik Kinara. Karena itu kami doakan polisi agar segera berhasil menangkap Andi  Lala. Kami juga meminta keseriusan pemerintah Provinsi Sumut dan Pemko Medan untuk mewujudkan pemulihan psikis dan psikologis Kinara juga memastikan masa depannya," kata Miswardi.

 

Dalam orasinya, Ketua LPA Sumut, Muniruddin Ritonga, melalui pengeras suara menegaskan perlu ada kurikulum perlindungan anak di setiap perguruan tinggi yang memiliki jurusan pendidikan di Indonesia. Untuk Sumut. "Perlu dikaji regulasi untuk menjadikan kurikulum perlindungan anak ini di berbagai Perguruan Tinggi. Sehingga, semakin kecil kemungkinan potensi terjadinya kekerasan terhadap anak," tandasnya.

 

Mantan Ketua PMII Kota Medan, Ali mengutuk tindakan pembantaian tersebut. Menurutnya, pembunuhan satu keluarga tersebut bisa menganggu mental Kinara ke depan. Karena itu, ia berharap agar Pemerintah memberikan jaminan perlindungan kepada Kinara.

 

"Membunuh satu anak, sama dengan membunuh generasi bangsa. Hukum seberat-beratnya para pembantai," sebut alumni ITM itu.

 

Abdul Manan Ketua PC PMII  Medan, menduga para pelaku terindikasi narkoba. Sehingga, tega menghabisi keluarga Kinara, dan perlu dilakukan pendalaman terhadap tersangka.

 

Mahasiswa UIN Sumut meminta polisi agar bisa segera menangkap para pelakunya. Dan nantinya para pelaku dihukum seberat-beratnya. Kegiatan doa bersama ini dikawal polisi dan tentara.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Sosok

200 Personel Brimob dan Sabhara Akan Jada Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sadis di Mabar

Sosok

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sadis di Mabar Akan Dijaga Ketat

Sosok

Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Mabar Akan Digelar Senin Depan

Sosok

Aparat Kepolisian Akan Kawal Ketat Rekonstruksi Pembunuh Sadis di Mabar

Sosok

Penyidik ke Luar Kota, Rekonstruksi Pembunuh Sadis di Mabar Ditunda

Sosok

Bulan April, Polisi Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan yang Menewaskan 11 Orang di Medan