Beritasumut.com-Setiap orang tentu memiliki alasan dan motivasi tersendiri mencintai salah satu bidang olahraga. Seperti halnya remaja bernama lengkap Dhea Natasya Ulfa Airiza Sihombing. Panahan saat ini semakin diminati para kawula muda. Cabang olahraga yang butuh dengan kesabaran semakin menggeliat di kota Medan. Dhea Natasya Ulfa Airiza Sihombing, salah satu srikandi yang merupakan pemanah masa depan. Pelajar SMA Harapan 3 Medan ini termotivasi dengan 3 srikandi Indonesia yang mendulang medali di arena Olimpiade. Karir Dhea sapaan akrabnya dalam olahraga panahan masih seumur jagung dan merupakan pendatang baru. Dirinya mulai mengenal busur dan panah sejak bergabung dengan klub Harapan 3 Johor Medan pada tahun 2015. Namun, dalam perjalanan setahun cewek Medan yang dilahirkan di kota “Kembang” Bandung mampu bicara dengan membukukan sebagai pemanah terbaik. Anak kedua dari tiga bersaudara ini telah menorehkan prestasi meraih medali perunggu diajang Porkot Medan 2015, prestasinya semakin meningkat dengan mendulang emas diarena olahraga antar kecamatan se-kota Medan 2016. Tidak hanya itu saja, anak dari pasangan berbahagia Imansyah Sihombing dan Yulinda tercatat sebagai pemegang medali emas diarena Archery Rector State University Of Medan Championship babak eleminasi divisi standard bow sma putri jarak 40 m tahun 2016 dan juga berhasil mendulang emas pada kejuaraan Archery Rector State University of Medan Championship babak kualifikasi sesi 1 dan 2 jarak 40 m divisi standard bow sma putrid tahun 2016. Pemanah yang dilahirkan 17 tahun silam ini mengatakan panahan pada umumnya olahraga yang asyik, selain melatih untuk fokus tentunya juga melatih kesabaran diri. Mulanya belajar memegang busur dan anak panah, melepas panah dengan tepat sasaran selalu gagal. Namun, kegagalan yang raih merupakan cambuk untuk membuat semakin terus berlatih dan berlatih, sehingga akhir dapat mencapai target untuk memanah tepat sasaran. “Mulanya sih tidak ada niat untuk untuk belajar memanah, namun setelah melihat film 3 srikandi menjadi termotivasi. Apalagi panahan merupakan cabang olahraga pertama yang menyumbangkan medali bagi Indonesia di ajang Olimpiade di Seoul Korea Selatan Tahun 1988, pada saat itu disumbangkan Lilies Handayani, Kusuma Wardhani dan Nurfitriyana Saiman,” ujar pengidola Dellie Threesyadinda salah satu atlet panahan tercantik di Indonesia yang telah menuai prestasi skala nasional dan internasional, disela-sela latihan di SMA Harapan 3 Medan, Minggu (12/02/2017) Pemanah berhijab ini menuturkan, saat ini sedang fokus latihan jelang menghadapi kejuaraan antar pelajar se-Indonesia 2017 yang digelar di Semarang, September mendatang. Selain itu, kejuaraan-kejuaraan bergengsi juga telah menanti seperti Porwil tahun 2018, tentunya yang dinanti dapat menjadi bagian kontingen Sumut pada PON XX di Papua, 2020. “Insya Allah saya akan terus memberikan prestasi terbaik bagi kota Medan, Sumut bahkan Indonesia. Impian saya ingin mengibarkan bendera merah putih dan lagu Indonesia Raya berkumandang di negara lain melalui panahan. Jejak pemanah legendaris saya ikuti untuk mengukir prestasi,” tutup pelajar kelas XI Jurusan IPA ini.(BS03)