Beritasumut.com-Apakah Anda hari ini membuka mesin pencarian Google. Jika iya, Anda akan menemukan gambar yang tak biasa dipasang Google. Pada Jumat (15/04/2016) hari ini, Google memasang gambar orang Indonesia. Beliau adalah Prof Samaun Samadikun.Berdasarkan kutipan dari wikipedia, Beliau lahir di Magetan, Jawa Timur 15 April 1931 dan wafat pada 15 November 2006 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Sebagai Ilmuwan, Samaun dikenal sebagai Bapak Mikroelektronika Indonesia. Selama hidupnya, Prof Samaun banyak menulis publikasi ilmiah maupun internasional dalam bidang tunnel diodes, instrumentasi nuklir, fabrikasi IC, energi, industri elektronika, dan pendidikan. Jasanya tidak main-main, Di tahun 1963, Gubernur Jawa Barat mengenali Samaun atas kontribusinya untuk pengembangan siaran TV di Jawa Barat. Pemerintah Indonesia kemudian memberikan Samaun Satya Lencana Karya Satya Kelas I pada tahun 1984 dan Bintang Mahaputra Utama pada tahun 1994. Pada tahun 1998, Samaun menerima ASEAN Sains and Technology Award.Pada tahun 2001, Rektor ITB mengakui Samaun atas dedikasinya untuk ITB dari 16 Agustus 1957 hingga 1 Mei 2001. Terakhir, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral diberikan kepadanya Dharma Elektrika Madya di 2003. Pernah dengar rencana pembuatan Bandung Sillicon Valley? Mungkin PT Telkom yang pertama mendukung dan berinvestasi untuk ini. Saat ini sudah jalan sejak 2012 dengan nama Bandung Digital Valley. Prof Samaun adalah salah satu penggiat Bandung High Tech Valley (sumber : wikipedia). Bandung dipilih untuk proyek ini karena telah dikenal memiliki pusat penelitian dan pendidikan di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan melalui Institut Teknologi Bandung, yang didirikan selama periode Hindia Belanda pada tahun 1920. Dalam perjalanan waktu, lulus mahasiswa dan peneliti dari universitas telah memberikan kontribusi dalam pembangunan di beberapa perusahaan berbasis teknologi yang berlokasi di Bandung. Kontribusi pembangunan tersebut termasuk PT Telkom (perusahaan telekomunikasi: markas dan pusat penelitian), PT Inti (elektronik dan telekomunikasi produsen), LEN (Lembaga Elektronik Nasional), Omedata (IC ikatan dan kemasan), PT Dirgantara Indonesia (dahulu IPTN, satu-satunya industri pesawat terbang di Indonesia), PT kereta Api Indonesia (BUMN kereta api dan produksi kereta perusahaan) dan beberapa perusahaan lokal kecil. Gambar yang ditampilkan Google tentu bukan sekedar gambar biasa. Prof Samaun Samadikun telah menunjukkan Indonesia kepada dunia lewat kejeniusannya dalam beberapa bidang.Ini dapat menjadi penyemangat generasi muda Indonesia agar dapat menjadi penerus bangsa.(BS02)