Amran Situmorang

Hanya Tiga Setengah Tahun, Saya Melihat Keindahan Dunia

- Minggu, 10 April 2016 13:59 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042016/beritasumut_Hanya-Tiga-Setengah-Tahun--Saya-melihat-Keindahan-Dunia.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut/BS02
Amran Situmorang
Beritasumut.com-Sebuah becak motor setia menemani perjalanan Amran Situmorang. Amran adalah alumni Fakultas Sastra, Jurusan Etnomusikologi USU.

Dengan menggunakan tongkat kesayangannya, pemuda kelahiran 3 Juni 1985 ini tekun belajar menimba ilmu demi meraih cita-citanya. 

Meskipun kedua matanya tidak melihat, namun senyumnya memperlihatkan keramahannya."Maaf ya agak lama, soalnya di angkot tadi jalannya macet," katanya.

Sambil duduk di lantai, Amran mulai menceritakan kebiasaannya pergi kemana saja. Setiap hari ia berangkat dari tempat kos nya yang terletak di Jalan Setia Budi Gg Rahmat No 30 A Tanjung Sari Medan. Keinginan kuatnya untuk menimba ilmu seolah mengalahkan segala kekurangan yang di alaminya. Semuanya dilakukan dengan niat yang ikhlas.

"Sejak tidak tinggal lagi di Yayasan, saya mulai belajar hidup mandiri. Jadi, kalau mau pergi kemana-mana pun sendiri, termasuk saat mau ke kampus. Biasanya dari tempat kos saya naik angkot, dan setelah sampai di sumber(kawasan di USU-red), kemudian naik becak," terang Amran menceritakan.

Amran mengaku, sebenarnya sejak masih kecil ia tidak mengalami kebutaan pada kedua matanya. Namun, ketika usianya memasuki tiga setengah tahun, penyakit campak menyerangnya. Kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan untuk membawa Amran berobat, membuat Amran harus merelakan kedua matanya tidak bisa melihat.

Sejak saat itu Amran tidak bisa lagi menikmati keindahan dunia. Kedua orangtuanya pun hanya pasrah melihat kondisi yang di alami oleh Amran. "Selama ini saya tidak pernah mengeluh mengenai kondisi yang alami, saya yakin Tuhan itu maha adil. Keluarga saya juga hanya bisa pasrah dan berdoa saja. Namun, saya berprinsip bahwa saya juga sama dengan orang biasa yang normal," ucap anak ketiga dari sembilan bersaudara pasangan M. Situmorang dan L. Sihotang ini.

Di tengah kepasrahan yang dialami oleh keluarganya pada waktu itu, sebuah Yayasan dari Medan yang bergerak di bidang sosial memiliki niat untuk membawa Amran ke Medan. Setelah seminggu kedua orangtuanya berpikir, akhirnya mereka sepakat jika Amran di bawa ke Medan. Amran pun berpisah dan meniti kehidupan barunya.(BS02)


Tag:

Berita Terkait

Sosok

Presiden Jokowi Lantik Andi Amran Sulaiman Sebagai Mentan

Sosok

Amran, Warga Deli Serdang Pengidap Tumor Wajah Jalani Proses Pengobatan

Sosok

Keluarga Simanjuntak Kecewa dengan Hasil Rekonstruksi Pembunuhan

Sosok

Simanjuntak, Wartawan Media Mingguan Senior Tewas Ditikam 5 Liang

Sosok

Pembunuh Wartawan Ditangkap, Motifnya Masalah Utang Rehab Rumah

Sosok

Gubernur Lantik Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga