Beritasumut.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan Wakapolri Komisaris Jenderal Pol Badrodin Haiti menjadi calon Kapolri, Rabu (18/2/2015).
Pengusulan Badrodin menjadi calon Kapolri setelah Jokowi batal melantik Komjen Pol Budi Gunawan menjadi Kapolri.
Badrodin sendiri, selain menjabat Wakapolri saat ini juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kapolri. Badrodin menjadi Plt Kapolri setelah Jokowi memberhentikan Jenderal Pol Sutarman dari jabatan Kapolri pada 16 Januari 2015.
Sebelum menjadi Wakapolri, Badrodin sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri. Jabatan itu diembannya untuk menggantikan Komjen Pol Oegroseno yang pensiun pada Februari 2014 lalu.
Soal sepak terjangnya di Korps Bhayangkara, Badrodin memiliki pengalaman yang cukup panjang. Sebelum diangkat jadi Wakapolri, Badrodin menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri itu.
Pria yang dilahirkan Paleran, Umbulsari, Jember, Jawa Timur, pada 24 Juli 1958 ini memulai kariernya di kepolisian setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian pada Tahun 1982. Dia merupakan lulusan terbaik di angkatannya saat itu.
Kariernya terbilang cukup cemerlang, penerima bintang Adhi Makayasa ini langsung berdinas di Polda Metro Jaya dan menjabat sebagai Komandan Peleton Sabhara Dit Samapta Polda Metro Jaya pada 1982. Dua tahun berikutnya, dia mengalami sejumlah mutasi, mulai dari Kepala Sub Biro Ops Polres Metro Depok Polda Metro Jaya hingga dimutasi menjadi Kapolsek Pancoran Mas Polres Metro Depok Polda Metro Jaya.
Dari Depok, pangkatnya dinaikkan menjadi Inspektur Satu saat ditunjuk sebagai Kabin Info PPKO Polda Metro Jaya. Namun, pada 1985 dia ditugaskan sebagai Kabag Min Polres Aileu Polwil Timor Timur sebelum dipanggil kembali ke Jakarya untuk menempati posisi Kasatserse Polres Metro Bekasi pada 1990.
Tiga tahun setelahnya, kariernya mulai menanjak, Badrodin ditunjuk menjadi Kapolsek Metro Sawah Besar Polres Jakarta Pusat dengan pangkat Komisaris Polisi. Setelah itu, dia diangkat sebagai Kasatserse Polres Metro Jakarta Barat dan Wakapolres Metro Jakarta Timur.
Melihat kariernya yang cemerlang, tiga tahun setelah menjabat sebagai Wakapolres, dia ditarik ke Mabes Polri dan diangkat sebagai perwira menengah. Namun, dia dimutasi sebagai Kapolres Probolinggo Polwil Malang Polda Jatim pada 1999.
Jabatan itu diembannya selama lima tahun, sebelum akhirnya diangkat sebagai jenderal bintang satu dan ditempatkan sebagai Kapolda Banten pada 2004 lalu. Jabatan ini hanya berjalan selama satu tahun, sebelum dimutasi kembali sebagai Seslem Lemdiklat Polri pada 2005.
Setahun berikutnya, dia ditunjuk sebagai Kapolda Sulawesi Tengah. Pada 2008, dia kembali ditarik ke Mabes Polri untuk menempati jabatan Direktur I Bareskrim Polri. Hanya setahun menjalani jabatannya, Badrodin diminta menjadi Kapolda Sumatera Utara pada 2009.
Hanya berselang setahun, Badrodin diangkat menjadi Kepala Divisi Hukum Polri pada 2010. Pada tahun yang sama, dia sempat dituduh sebagai satu dari 17 perwira tinggi yang diduga memiliki rekening gendut oleh ICW. Tak lama, Badrodin kembali dimutasi menjadi Kapolda Jawa Timur pada 2011 sebelum dipanggil kembali menjadi Staf Ahli Polri.
Pada 2012, Badrodin dimutasi menjadi Asisten Operasi Kapolri hingga akhir Juli 2013 sebelum akhirnya diangkat menjadi Kabarharkam melalui Surat Keputusan (Skep) Kapolri Nomor 557/VII/2013. (BS-001)