beritasumut.com-Ketua KADIN Kota Medan, Arman Chandra, yang juga menjabat sebagai Bendahara IKAL DPD Lemhannas Sumatera Utara, menerima langsung buku Aceh & Ujian Ketahanan Nasional yang diserahkan oleh Sekretaris Umum DPD IKAL Lemhannas Aceh, Dr. Yusri Kasim.
Arman Chandra menyampaikan apresiasi atas karya tersebut dan menilai buku ini memiliki nilai penting, khususnya dalam momentum memperingati Hari Damai Aceh pada 15 Agustus 2026.
"Saya sangat mengapresiasi buku yang ditulis oleh Dr. Yusri Kasim. Buku ini bukan hanya menjadi catatan tentang perjalanan Aceh, tetapi juga mengajak kita melihat bagaimana perdamaian, ketahanan nasional, dan pembangunan ekonomi memiliki keterkaitan yang sangat erat," ujar Arman Chandra.
Menurutnya, perdamaian Aceh merupakan aset yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Perdamaian yang telah berlangsung harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui pembangunan yang inklusif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Sebagai bagian dari IKAL Lemhannas, saya melihat bahwa ketahanan nasional tidak hanya berbicara mengenai pertahanan dan keamanan. Ketahanan ekonomi, sosial, budaya, serta kemampuan masyarakat untuk hidup berdampingan secara damai juga merupakan bagian yang sangat penting," katanya.
Arman juga menilai bahwa perdamaian yang terjaga akan memberikan dampak positif terhadap iklim investasi dan perkembangan dunia usaha.
"Bagi dunia usaha, stabilitas adalah fondasi. Ketika daerah aman dan damai, kepercayaan investor akan tumbuh, perdagangan bergerak, lapangan kerja terbuka, dan pembangunan ekonomi dapat berjalan lebih cepat. Karena itu, menjaga perdamaian Aceh pada akhirnya juga berarti menjaga peluang kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
Ia berharap buku Aceh & Ujian Ketahanan Nasional dapat menjadi bahan pemikiran dan diskusi bagi berbagai kalangan, khususnya generasi muda, akademisi, dunia usaha, serta para pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap masa depan Aceh dan ketahanan nasional Indonesia.
"Momentum Hari Damai Aceh harus kita jadikan bukan hanya untuk mengenang sejarah, tetapi juga untuk menatap masa depan. Perdamaian harus menghasilkan kesejahteraan, dan kesejahteraan akan menjadi salah satu kekuatan utama dalam memperkokoh ketahanan nasional," pungkas Arman Chandra.